PT Best Profit Futures Surabaya

Menkes Belum Beri Keputusan Legalisasi Rokok Elektrik

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – KEPASTIAN regulasi peredaran rokok elektrik masih menunggu keputusan menteri kesehatan.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Roy Sparringa.

Menurut Roy, pihaknya telah menunggu lama keputusan ini agar menteri kesehatan segera mengeluarkan peraturan secara resmi.

Padahal BPOM telah melaporkan segala situasi terkait rokok elektrik dan dampak buruknya. (BEST PROFIT FUTURES)

“Ya, rokok elektronik tentu kita sudah membicarakan dan tentu dalam waktu dekat, dan yang mengeluarkan peraturan itu adalah menteri kesehatan. Kami sudah menyampaikan situasi dunia seperti apa,

di Indonesia seperti apa dan dampaknya sesuai laporan WHO,” kata Roy di Kantor Kementerian Kesehatan RI, bilangan Kuningan, Jakarta, Jumat (23/1/2015).

Lanjut Roy, waktu penentuan regulasi rokok elektrik tidak bisa diduga kepastiannya. Pasalnya, BPOM hanya sebagai pelaksana regulasi, bukan berwenang untuk mengeluarkan regulasi sendiri.

“Ya, kami tidak bisa menduga-duga. Saya percaya dalam waktu dekat peraturan itu segera dikeluarkan menteri kesehatan. Kita tinggal tunggu saja,” pungkasnya.

Dolar mempertahankan posisi di dekat level dua minggu tertinggi setelah data dan

komentar minggu ini dari pejabat Federal Reserve menghidupkan kembali spekulasi kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini.(BEST PROFIT FUTURES)

Greenback meraih kenaikan tertinggi terhadap mata uang utama sejak 16 September pada hari Selasa setelah Fed Bank of Presiden

Richmond Jeffrey Lacker mendesak bank sentral untuk mengetatkan kebijakan untuk membendung kemungkinan gejolak inflasi.

Hal itu diikuti oleh pernyataan Senin oleh Presiden Fed Bank of Cleveland Loretta Mester bahwa ekonomi sudah matang untuk kenaikan(BEST PROFIT FUTURES)

suku bunga dan laporan yang menunjukkan manufaktur AS berekspansi pada bulan September.

Data pekerjaan yang dirilis akhir pekan ini diperkirakan akan menunjukkan kenaikan dalam laju perekrutan.

Bloomberg Dollar Spot Index, yang mengukur mata uang terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah pada pukul 10:03 di Tokyo, setelah naik 0,6 persen pada Selasa, di saat menyentuh level tertinggi sejak 21 September Greenback melemah 0,2 persen ke level ¥ 102,74, setelah naik selama enam hari berturut-turut sampai Selasa yang merupakan kenaikan beruntun terpanjang sejak Agustus.

Sumber dari http://lifestyle.okezone.com