PT Best Profit Futures Surabaya

Saham AS Hentikan Penurunan 3 Hari

Best Profit
Best Profit Futures – Saham AS naik, menghentikan penurunan terpanjang sejak Juni lalu seiring peningkatan dalam belanja konsumen bulan lalu

didukung keyakinan dalam ekonomi dan penurunan imbal hasil obligasi memicu permintaan untuk ekuitas dengan tingkat pembayaran dividen.

Indeks S & P 500 naik 0,6 % ke level 2,182.44 pada pukul 11:52 siang waktu New York, mengurangi penurunan selama tiga hari dari 0,9 %.

Indeks acuan untuk ekuitas Amerika lebih tinggi sebesar 0,4 % pada Agustus dan 6,8 % selama tahun 2016. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 121,15 poin ke level 18,516.55 pada hari Senin. (Best Profit Futures)

Sementara saham telah melemah dalam beberapa pekan terakhir untuk menghapus keuntungan secara singkat pada bulan Agustus terkait spekulasi kenaikan suku bunga bisa secepat meningkat untuk bulan depan,

kemungkinan peluang kenaikan suku bunga jatuh pada hari Senin sampai kurang dari 40 % pada pertemuan Fed bulan September.

Sebuah laporan hari Senin menunjukkan belanja konsumen di bulan Juli naik untuk bulan keempat, didukung oleh menguatnya pendapatan, menambah penilaian ekonomi bullish pada hari Jumat oleh Ketua Fed Janet Yellen.

Indeks S & P 500 rebound dari penurunan mingguan pertama back-to-back dalam dua bulan terakhir. Ekuitas pada hari Jumat awalnya melonjak pasca komentar Yellen,

sebelum membalikkan keuntungan setelah Wakil Ketua Stanley Fischer mengatakan pernyataannya tersebut konsisten dengan kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan September.(Best Profit Futures)

Sedangkan Minyak Diperdagangkan di dekat Level $ 47

Minyak diperdagangkan mendekati level $ 47 per barel sebelum rilis data mingguan pemerintah yang diperkirakan akan menunjukkan stok minyak mentah AS

bertambah sehingga menjaga stok tetap berada pada tingkat musiman tertinggi dalam setidaknya tiga dekade.

Berjangka naik 0,4 persen di New York setelah jatuh 1,4 persen pada hari Senin. Stok minyak mentah mungkin meningkat 1,5 juta barel pekan lalu,

menurut survei Bloomberg sebelum data pemerintah dirilis besok. Volatilitas pasar akan bertahan seiring penyeimbangan kembali antara pasokan dan permintaan terus terjadi, menurut eksekutif dari perusahaan minyak termasuk ConocoPhillips

dan Statoil ASA dalam pertemuan di Norwegia yang merupakan salah satu konferensi industri terbesar.

Minyak memasuki bull market pada 18 Agustus lalu, kurang dari tiga minggu setelah jatuh ke bear market menyusul melonjaknya harga yang sebagian besar dikarenakan spekulasi bahwa pembicaraan informal bulan depan

di antara anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dapat menghasilkan tindakan untuk menstabilkan pasar.

Kesepakatan untuk melakukan pembekuan output diusulkan pada bulan Februari, namun pertemuan pada bulan April berakhir tanpa kesepakatan akhir.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober di level $ 47,15 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 17 sen, pada pukul 08:57 pagi waktu Hong Kong. Kontrak turun 66 sen untuk menetap di level $ 46,98 pada hari Senin. Total volume perdagangan yakni sekitar 63 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Brent untuk pengiriman Oktober naik 17 sen lebih tinggi ke level $ 49,43 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak turun 66 sen, atau 1,3 persen, ke level $ 49,26 pada hari Senin. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premium $ 2,28 untuk WTI. (Best Profit Futures)

Sumber: Bloomberg