PT Best Profit Futures Surabaya

Mendag Ingin Gunakan Karet untuk Infrastruktur

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan, Pemerintah akan meningkatkan dulu produksi karet. Hal ini guna menunjang penggunaan komoditas bagi perkembangan infrastruktur dalam negeri.

“Jadi Pemerintah ada kebutuhan membangun infrastruktur, sementara karet itukan dapat bermanfaat bagi infrastruktur bila

komposisinya dicampur dengan aspal bisa bagus materialnya,sehingga bagaimana kita bisa membantu proyek pekerjaan infrastruktur ini agar berjalan baik,”

ungkap Menteri Perdagangan Rachmat Gobel di Jakarta,Kamis (BEST PROFIT FUTURES).

Rachmat mengatakan,untuk meningkatkan produksi dalam negeri. Maka, pemerintah akan mengurangi jatah ekspor.

“Kalau ekspor turun, maka kita dapat menunjang produksi di dalam negeri untuk infrastruktur.

Daripada nanti besar impor daripada ekspor, lebih baik kita benahi dulu produksi dalam negeri untuk infrastruktur,” ujarnya.(BEST PROFIT FUTURES).

Kendati demikian, Rachmat menjelaskan bahwa Indonesia akan mulai berfokus melakukan ekspor kembali. Jika, memang harga karet dunia dinilai sudah mulai merangkak naik.

“Kita tetap dukung ekspor,nanti kalau harganya sudah mulai naik kita gerakkan lagi. Karena idealnya ekspor dengan impor itu, harus 50 banding 50 agar perekonomian dalam negeri tetap terjaga,” tandasnya.

Dolar naik terhadap yen untuk hari kedelapan, keuntungan jangka terpanjang sejak Juli 2014, di tengah spekulasi bahwa data pekerjaan pada hari Jumat akan meningkatkan probabilitas pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve tahun ini.

Mata uang AS naik terhadap semua 10 kelompok peer-nya setelah sebuah laporan hari Kamis menunjukkan klaim awal untuk jaminan pengangguran pekan lalu turun hampir ke tingkat terendah sejak tahun 1973,

sementara data yang dirilis pada hari Rabu mengungkapkan perusahaan jasa diperluas pada bulan September pada tingkat tercepat dalam hampir setahun.

Yang membantu mendongkrak permintaan perdana investor untuk mempertahankan Treasury dengan tenor dua tahun atas obligasi jatuh tempo yang sama dari enam negara besar lainnya ke level tertinggi tahun ini.

Tanda-tanda perbaikan di ekonomi terbesar dunia, ditambah dengan komentar dari pejabat The Fed bahwa kenaikan suku bunga semakin mungkin dalam tahun ini, (BEST PROFIT FUTURES).

membantu memangkas kerugian dolar terhadap mata uang utama pada tahun 2016 menjadi 3 persen. Bank sentral dapat menemukan ruang untuk pengetatan tambahan dalam pencariannya untuk menormalkan

kebijakan moneter dan menghidupkan kembali perbedaan dengan kebijakan stimulus di Eropa dan Jepang sebagai penggerak permintaan untuk mata uang AS.

Dolar menguat 0,5 persen terhadap yen menjadi 104,02 pada pukul 11:59 siang di New York, dan mencapai level tertinggi sejak 2 September lalu.

Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang mengukur mata uang terhadap sekeranjang 10 peer-nya, naik 0,4 persen dan dekat untuk melebihi pergerakan rata-rata 200 hari untuk pertama kalinya sejak Maret.(BEST PROFIT FUTURES).

Sumber dari http://economy.okezone.com/