PT Best Profit Futures Surabaya

Mayoritas Saham Asia Jatuh Setelah OPEC Gagal untuk Menyepakati Pasokan Minyak

Best Profit Futures
Best Profit Futures – Sebagian besar saham Asia menurun dan harga minyak jatuh setelah produsen minyak mentah terbesar di dunia gagal untuk menyepakati pengurangan pasokan,

sementara mata uang peso Meksiko melemah karena jajak pendapat menunjukkan

Hillary Clinton kehilangan kepemimpinan atas Donald Trump menjelang pemilihan pekan depan.

Sekitar tiga saham yang turun untuk setiap dua saham yang naik pada Indeks MSCI Asia Pacific, dengan perusahaan energi memimpin kerugian.

Minyak mentah merosot ke level satu bulan terendah setelah Organisasi Negara

Pengekspor Minyak mengakhiri pertemuan pada hari Jumat tanpa mencapai kesepakatan pada kuota anggota individu.

Peso melemah dengan Indeks ekuitas berjangka AS setelah survei menunjukkan penurunan dukungan untuk Clinton sejak Federal Bureau of Investigation (Best Profit Futures)

mengatakan pada Jumat lalu bahwa membuka kembali penyelidikan penggunaan e-mail

pribadi sementara sekretaris negara. Sedangkan emas dan obligasi negara meningkat.

Ekuitas global berada di jalur untuk penurunan bulanan pertama sejak Juni terkait laba perusahaan yang bervariasi bersamaan dengan kekhwatiran

investor menjelang pemilu di AS pada 8 November mendatang dan prospek kenaikan suku bunga dari Federal Reserve sebelum akhir tahun ini. (Best Profit Futures)

Indeks S & P 500 merosot 20 poin dalam waktu sekitar 40 menit pada hari Jumat di tengah berita

FBI telah dibuka kembali penyelidikan atas Clinton, sebuah isu yang telah mantap kampanyenya.

Pembicaraan selama dua hari di Wina menghasilkan lebih sedikit dari sebuah (Best Profit Futures)

janji bahwa produsen minyak utama dunia akan terus berbicara tentang cara-cara untuk menstabilkan pasar.

Indeks ekuitas acuan turun sebanyak 0,3 % di Selandia Baru dan Korea Selatan pada pukul 9:30 pagi waktu Tokyo, sedangkan Indeks

Topix Jepang diadakan di dekat level tertinggi sejak April dan Indeks S & P / ASX 200 Australia dekati enam minggu terendahnya.

Kontrak di Hong Kong diperkirakan akan menguat dan melemah di China, (Best Profit Futures)

Singapura dan Taiwan. Sementara pasar financial di India dan Filipina ditutup untuk liburan.

Sedangkan Saham Jepang Turun Bersamaan dengan Penyelidikan FBI Atas E-Mail Clinton

Saham Jepang turun bersamaan dengan spekulasi dari calon presiden AS Hillary Clinton yang kehilangan kepemimpinan yang

kuat kepada Donald Trump karena kontroversi e-mail, memacu ketidakpastian bagi investor dan meredam resiko.

Indeks Topix berada di 0,3 % lebih rendah pada pukul 9:01 pagi waktu Tokyo. (Best Profit Futures)

Lebih dari 500 perusahaan pada indeks acuan akan dijadwalkan untuk merilis labanya pada minggu tersibuk musim laba,

yang akan diumumkan pada hari Senin. Yen menguat terhadap dolar untuk hari kedua setelah FBI mengatakan pada Jumat

itu menemukan e-mail yang mungkin berkaitan dengan penyelidikan dari kandidat partai Demokrat Clinton. (Best Profit Futures)

Kontrak pada Indeks S & P 500 turun 0,3 % pada hari Senin. Clinton memiliki 46 persen suara, melawan Trump 45 persen,

menurut sebuah jajak pendapat dari ABC News / Washington Post. Sekitar sepertiga dari pemilih mengatakan bahwa mereka cenderung mendukung pengungkapan terbaru

Clinton yang diberikan dari Direktur FBI James Comey, sementara 63 persen mengatakan tidak ada bedanya.

Di Tokyo, Indeks Topix bersiap untuk keuntungan bulanan terbesar sejak Juli karena mata uang Jepang turun sekitar 3 % terhadap dolar,

mendorong kenaikan disektor eksportir yang diperkirakan untuk tahun ini. Lebih dari 233 perusahaan yang akan merilis labanya pada Senin ini, termasuk Honda Motor Co,

Panasonic Corp, Fanuc Corp, dan Murata Manufacturing Co. (Best Profit Futures)

Sumber : Bloomberg