PT Best Profit Futures Surabaya

Masalah Produksi, iPhone 6 Batal Rilis Tahun Ini?

Best Profit Futures – Sejak iPhone 6 dikabarkan akan meluncur tahun ini, Apple Fanboy–sebutan untuk penggemar produk Apple–semakin tidak sabar untuk memilikinya.

Namun sepertinya mereka harus menungggu lebih lama. Sebab, menurut analis iPhone, generasi terbaru itu mengalami “masalah” dan peluncurannya akan ditunda hingga 2015.

Menurut situs tentang berita Apple, Apple Insider, analis dari KGI Securities,

Ming-Chi Kuo, mengatakan Apple yang berukuran 4,7 inci dan 5,5 inci itu tidak akan tersedia pada September nanti

,seperti yang diprediksi banyak orang. Kuo menuturkan Apple sedang

mengalami masalah produksi untuk meluncurkan iPhone yang bisa masuk kategori phablet (phone tablet) ini.

Laporan dari Kuo ini seperti menguatkan rumor bahwa iPhone 6 memang memiliki masalah dalam pembuatannya. Sebelumnya, ponsel yang dibuat untuk

menyaingi Samsung Galaxy S5 ini dilaporkan memiliki masalah baterai dan teknologi layar.

“Mungkin masih ada masalah dengan layar, khususnya sensitivitas dalam panel sentuh. Layar safir berukuran 5,5, inci itu juga mungkin tidak akan lulus

tes ketahan dalam waktu dekat,” kata Apple Insider menambahkan perkiraan Kuo.    (Best Profit Futures)

Apple memang masih merahasiakan wujud atau spesifikasi dua iPhone 6 ini. Bahkan, dalam acara World Wide Developers Conference (WWDC) 2014 bulan lalu,

CEO Tim Cook tidak membocorkan informasi apa pun terkait dengan iPhone andalannya tahun ini,

tapi fokus pada perangkat lunak, seperti sistem operasi iOS 8 atau aplikasi Health Kit.

    (Best Profit Futures)

industri jasa Amerika berkembang kurang dari yang diproyeksikan pada bulan Oktober, konsisten dengan pertumbuhan yang sedang pada sebagian besar perekonomian.

Indeks Institute for Supply Management™s non-manufacturing turun ke 54,8 dari 57,1 pada bulan sebelumnya atau yang terkuat dalam hampir setahun, menurut laporan kelompok yang berbasis di Tempe, Arizona, Kamis ini. Angka diatas 50 menandakan ekspansi. Perkiraan rata-rata dalam survei Bloomberg menyebutkan angka 56.

Perlambatan dalam pesanan dan tenaga kerja berkontribusi pada hasil yang lebih lemah bagi produsen jasa, yang menyumbang sekitar 90 persen dari perekonomian. Bersama-sama dengan survei pabrik ISM menunjukkan manufaktur berjuang untuk mendapatkan daya tariknya, angka tersebut menggarisbawahi perkiraan pertumbuhan ekonomi yang lebih terukur pada kuartal keempat.

Perkiraan ekonom dalam survei Bloomberg berkisar diantara 53,5-57,4. Perkiraan terbaru ini sejalan dengan rata-rata angka 54,5 untuk sembilan bulan pertama tahun ini.

Survei kelompok non-manufaktur ISM meliputi berbagai industri termasuk utilitas, ritel dan perawatan kesehatan, dan juga faktor-faktor dalam konstruksi dan pertanian.

Indeks pesanan baru jatuh ke 57,7 dari 60, sedangkan Indeks tenaga kerja menurun menjadi 53,1 dari 57,2.

Indeks aktivitas bisnis, yang sejajar dengan indeks produksi pabrik ISM, juga turun menjadi 57,7 dari bulan sebelumnya yang 60,3.

Dalam sebuah tanda bahwa inflasi meningkat, indeks kelompok dari harga yang dibayar naik ke 56,6, tertingginya sejak Agustus 2014, dari 54.

Sumber dari http://www.tempo.co