PT Best Profit Futures Surabaya

Mantan CEO Apple Bikin Android Rp 700 Ribuan

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Perkenalkan satu lagi merek smartphone terbaru yang masuk ke pasar, namanya Obi Mobile. Vendor ini dipimpin oleh mantan CEO Apple, John Sculley.

Kendati pasar smartphone sudah penuh sesak, Sculley mengatakan bahwa Obi Mobile datang untuk mengincar segmen yang tak digarap oleh Apple.

Dengan harga mulai USD 70 atau Rp 750 ribu hingga USD 200 atau setara Rp 2,2 juta, Obi lebih memilih pengguna muda di negara berkembang.

Obi tak menyangkal bila ponsel cerdasnya bersaing dengan Xiaomi dan Lenovo.

Namun tak seperti manufaktur asal China yang menawarkan spesifikasi wah harga murah,

Sculley mengklaim Obi berbeda dari sisi desain yang khas, branding dan jaringan distribusi global yang luas.

Untuk membuktikan diri bahwa smartphone Android besutan Obi berbeda dari sisi desain. Vendor ini sampai merekrut beberapa alumni tim desain Apple dan desainer di Beat Electronics.

“Kami sangat fokus pada konsumen usia 13 hingga 24 tahun yang mungkin ingin memiliki desain indah iPhone,

namun tak memiliki uang yang cukup,” katanya, seperti dikutip detikINET dari CNBC, Senin (BEST PROFIT FUTURES).

Obi Mobile akan mulai berekspansi di India dan Timur Tengah, dan Singapura awal bulan depan. Baru menyusul kemudian negara di Asia Tenggara, Eropa, Afrika dan Amerika Latin di pertengahan tahun 2015.

 Emas naik untuk hari keempat untuk perdagangan dekat dua minggu tertinggi menjelang peninjauan kebijakan pada Bank Sentral Eropa (BEST PROFIT FUTURES).

yang mungkin menjelaskan prospek untuk program pelonggaran kuantitatif dan kepemilikan investor dana yang diperdagangkan di bursa diperluas lagi.

Bullion untuk pengiriman segera naik sebanyak 0,3 % ke level $ 1,273.19 per ons, dan berada di level $ 1,271.56 pada pukul 1:04 siang waktu Singapura,

menurut harga dari Bloomberg. Logam ini menguat ke level $ 1,273.45 pada hari Rabu, level tertinggi sejak 5 Oktober dan itu naik 1,7 % selama minggu ini karena pelemahan dolar. (BEST PROFIT FUTURES).

Emas telah rally 20 % pada tahun ini, didorong oleh pelonggaran kebijakan moneter di seluruh dunia. Ekonom yang disurvei oleh Bloomberg mengatakan

Presiden ECB Mario Draghi tidak mungkin untuk mengumumkan langkah-langkah baru sebelum bulan Desember, meskipun pertumbuhan dan inflasi tetap lemah.

Di AS, kemungkinan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunda di bulan Desember adalah 64 %, turun dari sebelumnya 68 %

pada minggu lalu, setelah sebuah laporan menunjukkan inflasi inti AS naik kurang dari yang diperkirakan. (BEST PROFIT FUTURES).

Sumber dari http://inet.detik.com