PT Best Profit Futures Surabaya

Mac dengan prosesor ARM dilaporkan beberapa tahun lagi

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Untuk perangkat mobile Apple menggunakan chipset berbasis ARM kustom yang lebih dikenal sebagai A prosesor seri perusahaan.

Untuk Mac itu harus mengandalkan Intel untuk prosesor. Hubungan antara Apple dan Intel adalah satu kompleks, terutama karena mantan tergantung pada yang terakhir,

yang secara efektif mempengaruhi kali peluncuran. (BEST PROFIT FUTURES)

Bisa Apel membuat pergeseran dari prosesor Intel? Analis terkenal Ming-Chi Kuo tampaknya berpikir begitu. Kemungkinan ini spekulasi sejauh 2012 dan

Kuo menegaskan hal yang sama, menawarkan waktu bahkan, mengatakan bahwa Apple bisa beralih ke chipset ARM berbasis dari tahun 2016 dan seterusnya.(BEST PROFIT FUTURES)

Menurut Kuo Apel mengharapkan bahwa chipset berbasis ARM kustom akan dapat menyaingi kinerja prosesor i3 Intel Atom dan Intel Core dalam beberapa tahun.

Ini berarti bahwa Apple bisa mengakhiri ketergantungan pada pihak Intel, dan dengan demikian dapat kali peluncuran kontrol yang lebih baik,

setidaknya untuk produk-produk yang bisa diaktifkan prosesor berbasis ARM.

Untuk high-end kinerja Apple dapat terus menawarkan pilihan Intel sampai prosesor kustom desain ARM sendiri perusahaan mencapai tingkat kinerja.(BEST PROFIT FUTURES)

Menghilangkan potensi keterlambatan pengiriman prosesor kemungkinan akan menjadi prospek yang menarik bagi Apple,

yang telah dikabarkan beberapa kali, bahkan mantan eksekutif perusahaan mengatakan bahwa Apple bisa melakukan hal ini pada tahun 2016.

Sepertinya tahun depan akan menjadi menarik satu untuk Mac.

Minyak diperdagangkan mendekati level $ 50 per barel seiring data pemerintah

AS menunjukkan stok minyak mentah turun untuk minggu kelima sehingga memangkas pemangkasan stok yang ada.

Minyak berjangka turun 0,3 persen di New York setelah naik 2,3 ‹‹persen hari Rabu untuk mendapatkan penutupan tertinggi dalam lebih dari tiga bulan.

Stok minyak mentah turun di bawah 500 juta barel untuk pertama kalinya sejak Januari setelah stok turun 2,98 juta barel pekan lalu, Administrasi Informasi Energi melaporkan.

Survei Bloomberg memperkirakan kenaikan pada stok.

Minyak akan terhenti di level $ 55 per barel seiring kembali beroperasinya pengebor minyak serpih AS, menurut Goldman Sachs Group Inc.

Minyak telah naik sekitar 11 persen sejak Organisasi Negara Pengekspor Minyak pekan lalu sepakat untuk memangkas produksi untuk pertama kalinya dalam delapan tahun. (BEST PROFIT FUTURES)

OPEC, yang memompa keluaran pada level rekor bulan September,

akan memutuskan kuota pembatasan pada pertemuan resmi kelompok ini di Wina pada 30 November mendatang.

Semntara itu, badai Hurricane Matthew semakin menguat dan saat ini mendekati pantai Timur AS.

West Texas Intermediate untuk pengiriman November di level $ 49,69 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 14 sen, pada pukul 08:01 pagi waktu Hong Kong.

Kontrak naik $ 1.14 ke level $ 49,83 pada hari Rabu, yang merupakan penutupan tertinggi sejak 29 Juni,

total volume yang diperdagangkan yakni sekitar 76 persen di bawah rata-rata 100-hari. Harga naik 7,9 persen bulan lalu.

Brent untuk pengiriman Desember kehilangan 14 sen ke

level $ 51,72 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Kontrak tersebut naik 2 persen ke level $ 51,86 pada hari Rabu.

Indeks acuan global ini diperdagangkan pada $ 1,46 premium untuk untuk bulan Desember WTI.(BEST PROFIT FUTURES)