PT Best Profit Futures Surabaya

Lobster Boleh Dibudi Daya, Tidak Boleh Diekspor

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tetap pada pendiriannya untuk melarang penangkapan lobster

telur atau seperti yang diatur dalam Permen Nomor 1 Tahun 2015 tentang penangkapan lobster, kepiting dan rajungan telur.

Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tangkap Saut Hutagalung mengatakan, dari kebijakan tersebut pemerintah juga masih

memperbolehkan nelayan melakukan penangkapan, akan tetapi sesuai dengan besaran lobster yang telah ditentukan. (BEST PROFIT FUTURES)

“Bahwa yang boleh ditangkap itu 200 gram ke atas atau yang ukuran lebaran 8 cm, artinya dbawah itu tidak boleh dtangkap dalam

artinya kalau dbudidayakan dalam negeri boleh tapi kalau diekspor tidak boleh, itu penegasannya,” kata Saut di KKP, Jakarta, Jumat (23/1/2015).

Pertemuan antara Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dengan DPRD Provinsi NTB lantaran membahas lebih dalam mengenai penerapan kebijakan baru itu.

Sebab, wilayah tersebut merupakan salah satu sumber benih terbesar lobster dan kebanyakan banyak ekspor.

“Ibu tadi menawarkan pilihan pertama masyarakat boleh membudidayakan atau dbiarkan lama di alam di ukuran 200 gram ke

atas baru ditangkap dan dijual di ekspor atau kedua dibeli bibitnya kemudian akan di restocking di tempat lain,” tambahnya.(BEST PROFIT FUTURES)

Untuk restocking, sambung Saut, tidak hanya dilakukan di NTB saja melainkan wilayah-wilayah lain di Indonesia pun masih bisa dilakukan.

“Restockingnya bisa di Jawa selatan, Aceh, tergantung sentral bisnis selama ini,

penangkapan dan budidaya harus sesuai dengan tema KKP berkelanjutan,” tutupnya.

Dolar mempertahankan posisi di dekat level dua minggu tertinggi setelah data dan

komentar minggu ini dari pejabat Federal Reserve menghidupkan kembali spekulasi kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini.

Greenback meraih kenaikan tertinggi terhadap mata uang utama sejak 16 September pada hari Selasa setelah Fed Bank of Presiden

Richmond Jeffrey Lacker mendesak bank sentral untuk mengetatkan kebijakan untuk membendung kemungkinan gejolak inflasi.

Hal itu diikuti oleh pernyataan Senin oleh Presiden Fed Bank of Cleveland Loretta Mester bahwa ekonomi sudah matang untuk kenaikan suku bunga dan

laporan yang menunjukkan manufaktur AS berekspansi pada bulan September.

Data pekerjaan yang dirilis akhir pekan ini diperkirakan akan menunjukkan kenaikan dalam laju perekrutan.

Bloomberg Dollar Spot Index, yang mengukur mata uang terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah pada pukul 10:03 di Tokyo,

setelah naik 0,6 persen pada Selasa, di saat menyentuh level tertinggi sejak 21 September Greenback melemah 0,2 persen ke level ¥ 102,74,

setelah naik selama enam hari berturut-turut sampai Selasa yang merupakan kenaikan beruntun terpanjang sejak Agustus.

Sumber dari http://economy.okezone.com