PT Best Profit Futures Surabaya

Konglomerasi Keuangan RI Tambah 1 Jadi 32

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Mulai pertengahan 2015, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mulai mengawasi kelompok usaha yang bergerak di bidang keuangan alias konglomerasi keuangan. OJK mencatat terdapat 32 konglomerasi keuangan di Indonesia saat ini.

Awalnya, OJK mendaftar ada 31 konglomerasi keuangan. Namun kini bertambah 1 perusahaan.

“Sekarang ada 32 konglomerasi keuangan, ada perusahaan baru yang masuk. Induknya perusahaan non bank,” kata Endang Kussulanjari, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan II OJK, di Hotel Four Seasons, Jakarta. (BEST PROFIT FUTURES)

Rahmat Waluyanto, Wakil Ketua Komisioner OJK, mengatakan OJK memang sudah saatnya melakukan pengawasan terhadap konglomerasi keuangan. “Ada fenomena konglomerasi keuangan yang semakin besar.

Satu konglomerasi bisa sampai 70 perusahaan. Risikonya akan semakin tinggi untuk sistem keuangan kita,” kata Rahmat pada kesempatan yang sama.(BEST PROFIT FUTURES)

Saat ini, lanjut Rahmat, lembaga keuangan semakin kompleks. Tidak hanya ukuran (aset) yang semakin besar, tetapi semakin terhubung satu sama lain.
Masalah yang dialami oleh satu lembaga keuangan bisa dengan cepat merambat.

“Sekarang tidak hanya size-nya, tapi degree of interconnectedness. Operasinya saling terkait. Semakin lama semakin rumit, saling terkait,” katanya.(BEST PROFIT FUTURES)

Oleh karena itu, tambah Rahmat, butuh lembaga pengawas satu atap yang bisa mengawasi konglomerasi keuangan. Pengawasan tidak bisa lagi terpisah-pisah, karena lembaga keuangan sudah sangat terhubung.

“Kita tidak bisa balik lagi seperti dulu. Sekarang trennya di berbagai negara adalah memisahkan fungsi pengawasan lembaga keuangan dari otoritas fiskal dan moneter, seperti yang dilakukan di Indonesia dengan OJK,” jelas Rahmat.

Emas naik untuk hari keempat untuk perdagangan dekat dua minggu tertinggi menjelang peninjauan kebijakan pada Bank Sentral Eropa yang mungkin menjelaskan prospek untuk program pelonggaran kuantitatif dan kepemilikan investor dana yang diperdagangkan di bursa diperluas lagi.

Bullion untuk pengiriman segera naik sebanyak 0,3 % ke level $ 1,273.19 per ons, dan berada di level $ 1,271.56 pada pukul 1:04 siang waktu Singapura, menurut harga dari Bloomberg. Logam ini menguat ke level $ 1,273.45 pada hari Rabu, level tertinggi sejak 5 Oktober dan itu naik 1,7 % selama minggu ini karena pelemahan dolar.

Emas telah rally 20 % pada tahun ini, didorong oleh pelonggaran kebijakan moneter di seluruh dunia. Ekonom yang disurvei oleh Bloomberg mengatakan Presiden ECB Mario Draghi tidak mungkin untuk mengumumkan langkah-langkah baru sebelum bulan Desember, meskipun pertumbuhan dan inflasi tetap lemah.

Di AS, kemungkinan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunda di bulan Desember adalah 64 %, turun dari sebelumnya 68 % pada minggu lalu, setelah sebuah laporan menunjukkan inflasi inti AS naik kurang dari yang diperkirakan.(BEST PROFIT FUTURES)

Sumber dari http://finance.detik.com