PT Best Profit Futures Surabaya

Ketua Perbanas Mimpi Satukan BNI-Mandiri

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Pemerintah Indonesia setidaknya harus menyiapkan tujuh skenario besar terkait konsolidasi perbankan nasional.

Salah satunya adalah melakukan mega merger yang bertujuan untuk memperkuat perbankan BUMN Indonesia.

“Penyiapan dua rencana mega merger perbankan. Mega merger pertama adalah menggabungkan Bank Mandiri dengan Bank BNI

menjadi Bank BNI-Mandiri,” ungkap  Ketua Perhimpunan Bank

Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono di Jakarta, Kamis (15/10/2014).

Selain itu, bank hasil penggabungan tersebut kemudian mengakuisisi Bank BTN

dan menjadikannya sebagai anak perusahaan Bank BNI-Mandiri yang tetap fokus pada pembiayaan perumahan rakyat. (BEST PROFIT FUTURES)

Selanjutnya, lanjut Sigit, semua portofolio kredit perumahan dari BNI dan Mandiri diserahkan ke BTN. Bank BNI-Mandiri

tetap dikembangkan menjadi bank komersial yang kuat dan harus menjadi pemain besar dan tangguh di ASEAN bahkan hingga di luar ASEAN. (BEST PROFIT FUTURES)

“Seiring dengan merger tersebut, pemerintah harus menambah modal Bank BNI-Mandiri agar lebih mampu bersaing di pasar ASEAN

dengan bank-bank lain ASEAN seperti milik Singapura, Malaysia, dan Thailand,” jelasnya.

Kemudian mega merger yang kedua adalah menggabungkan bank pembangunan daerah (BPD) milik pemerintah provinsi di seluruh Indonesia dengan BPI.

Nantinya, pemerintah provinsi menjadi pemegang saham BPI.

“Harus diupayakan agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah tidak boleh melakukan intervensi langsung dalam kepengurusan dan pengelolaan BPI,” kata Sigit.

Dengan cara tersebut, dia berharap semua BPD melalui BPI akan (BEST PROFIT FUTURES)

kembali pada fungsinya menjadi bank yang benar-benar sesuai dengan tujuan awal pendiriannya, yaitu membangun daerah.

“Bukan sekedar sebagai pencari rente (pendapatan dari modal investasi) yang mengendapkan dana alokasi pembangunan dari pemerintah

pusat dengan menginvestasikan kembali dalam surat berharga pemerintah dan Bank Indonesia,” tukasnya.

Saham Jepang berfluktuasi terkait turunnya Nintendo Co untuk hari kedua menjelang laporan laba babak pertama, sementara Astellas Pharma

Inc mendukung kenaikan saham produsen obat karena investor mengalihkan perhatian mereka ke neraca perusahaan seiring musim pelaporan yang masuk ke ayunan penuh.

Indeks Topix turun 0,2 persen pada istirahat perdagangan di Tokyo, setelah diperdagangkan di kisaran ketat yang memperlihatkannya mendapatkan (BEST PROFIT FUTURES)

gain sebesar 0,1 persen. Tentang jumlah yang sama pada saham naik maupun jatuh. Investor mengalihkan fokus mereka ke pendapatan untuk mengukur kesehatan Jepang Inc,

dengan lebih dari 350 perusahaan di Topix yang bersiap untuk menyerahkan laporannya minggu ini, termasuk pembuat presisi-motor Nidec Corp pada hari Senin (BEST PROFIT FUTURES)

Sumber dari http://economy.okezone.com