PT Best Profit Futures Surabaya

Kesimpulan CIA dan Bantahan Kakak MBS Soal Pembunuhan Khashoggi

Best Profit
BEST PROFIT Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat atau CIA menyimpulkan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) telah memerintahkan pembunuhan Jamal Khashoggi.

Salah satu keyakinan CIA didasarkan sadapan telepon antara MBS dengan kakaknya, Pangeran Khalid bin Salman.

Melansir dari AFP, Sabtu (17/11), The Washington Post melaporkan pejabat-pejabat AS yang familiar dengan kesimpulan

CIA ini menyatakan Khalid yang merupakan Dubes Saudi untuk AS pernah menelepon Khashoggi agar datang ke

Konsulat Saudi di Istanbul untuk pengurusan berkas pernikahan. Khalid juga menyampaikan menjamin keamanan Khashoggi. PT BESTPROFIT FUTURES

Baca juga: Dubes Saudi Untuk AS Bantah Pernah Suruh Khashoggi Pergi ke Turki

Tidak jelas apakah Khalid yang disuruh MBS untuk menelepon Khashoggi itu tahu bahwa Khashoggi akan dibunuh di Konsulat. PT BESTPROFIT

Khalid yang tahu soal laporan CIA langsung membantahnya. Dalam postingan di Twitter pada Jumat (16/11), Khalid menegaskan BEST PROFIT

terakhir kali berkomunikasi dengan Khashoggi adalah pada 26 Oktober 2017 melalui sebuah pesan singkat.

Lebih dari itu, Khalid juga menyatakan tak pernah menyarankan Khashoggi untuk pergi ke Turki.

“Saya tak pernah berbicara dengan dia lewat telepon dan tentu saja tidak pernah menyarankan dia pergi ke Turki untuk alasan apa pun,” demikian postingan Pangeran Khalid di Twitter seperti dilansir New York Times, Sabtu (17/11).

Juru bicara Kedutaan Besar Saudi di Washington, Fatimah Baeshen, juga mengatakan, Khalid dan Khashoggi tak pernah membahas “apapun terkait pergi ke Turki”.

Dikatakannya, klaim yang disampaikan dalam kesimpulan CIA tersebut adalah palsu.

Baca juga: Sadapan Telepon Bukti Putra Mahkota Saudi Perintahkan Bunuh Khashoggi

Media ternama AS The New York Times yang mengutip sumber-sumber pejabat AS melaporkan, Sabtu (17/11), kesimpulan CIA

tersebut didasarkan pada besarnya kekuasaan MBS atas Saudi sehingga pembunuhan tersebut tak mungkin terjadi tanpa persetujuannya.

Kesimpulan CIA juga didasarkan pada sadapan telepon MBS beberapa hari sebelum pembunuhan dan panggilan telepon oleh anggota tim pembunuh ke seorang pejabat dekat MBS.

Pejabat-pejabat AS mengatakan, beberapa minggu terakhir CIA yakin bahwa MBS terlibat dalam pembunuhan Khashoggi namun CIA enggan menyimpulkan secara pasti bahwa MBS memerintahkan pembunuhan tersebut.

Namun kini CIA berubah pandangan seiring munculnya bukti-bukti baru, termasuk penyadapan telepon yang menunjukkan

seorang anggota tim pembunuh menelepon orang dekat MBS dan mengatakan “bilang ke bosmu” bahwa misi telah selesai.

Sumber : Detik