PT Best Profit Futures Surabaya

KESDM Tagih Kontribusi Freeport ke Papua

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengadakan rapat dengan PT Freeport Indonesia.

Rapat kali ini masih melanjutkan soal perpanjangan MoU dengan Freeport.

“Hari ini bertemu dengan PT Freeport, kita akan bicara kalau nanti MoU itu diperpanjang,

berapa lama perpanjangannya, ” kata Dirjen Minerba Kementerian ESDM R

Sukhyar ditemui usai rapat, di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (BEST PROFIT FUTURES).

Sukhyar mengungkapkan, dalam rapat tersebut Kementerian ESDM meminta agar Freeport lebih memperhatikan pembangunan Papua dan nasional.

“Artinya seberapa besar, jasa Freeport kontribusi untuk Papua dan nasional. Ini yang hari ini didiskusikan,” tambah dia.

Selain itu, Sukhyar menyebut pemerintah melalui Kementerian ESDM juga meminta Freeport untuk tetap membangun smelter

sesuai dengan MoU pertama pada beberapa waktu lalu.

Sejauh ini, Freeport sudah menyiapkan lahan yang berlokasi di sebelah PT Petrokimia Gresik dan PT Smelting Gresik.

“Freeport wajib menambah produksi smelter baru sebanyak 2 juta,” kata dia.

Pertemuan Kementerian ESDM dan Freeport berlangsung sejak jam 09.30 WIB. Dari pihak Freeport dihadiri oleh Presdir Freeport Indonesia Maroef Syamsudin,

pengacara Freeport, dan Dirjen Minerba R Sukhyar

Dolar mempertahankan posisi di dekat level dua minggu tertinggi setelah data dan

komentar minggu ini dari pejabat Federal Reserve menghidupkan kembali spekulasi kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini.

Greenback meraih kenaikan tertinggi terhadap mata uang utama sejak 16 September pada hari Selasa setelah Fed Bank of Presiden Richmond Jeffrey

Lacker mendesak bank sentral untuk mengetatkan kebijakan untuk membendung kemungkinan gejolak inflasi.

Hal itu diikuti oleh pernyataan Senin oleh Presiden Fed Bank of Cleveland Loretta Mester bahwa ekonomi sudah matang untuk kenaikan suku bunga dan laporan

yang menunjukkan manufaktur AS berekspansi pada bulan September. Data pekerjaan yang dirilis akhir pekan ini diperkirakan akan menunjukkan kenaikan dalam laju perekrutan.

Bloomberg Dollar Spot Index, yang mengukur mata uang terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah pada pukul 10:03 di Tokyo, setelah naik 0,6 persen pada Selasa,

di saat menyentuh level tertinggi sejak 21 September Greenback melemah 0,2 persen ke level ¥ 102,74, setelah naik selama enam hari berturut-turut sampai Selasa yang merupakan kenaikan beruntun terpanjang sejak Agustus.

Sumber dari http://economy.okezone.com