PT Best Profit Futures Surabaya

Kereta Api Dapat Jatah Rp1,52 T, Kapal Laut Rp1,607 T

Best Profit Futures – Kebijakan subsidi nonenergi selain bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan nasional, juga ditujukan untuk meningkatkan pelayanan umum di bidang transportasi dan penyediaan informasi publik.

Alokasi anggaran untuk subsidi PSO dalam RAPBN 2015 direncanakan sebesar mencapai Rp3,261 triliun. Jumlah tersebut lebih tinggi bila dibandingkan dengan pagunya dalam APBN-Perubahan 2014 sebesar Rp2,197 triliun.

Melansir nota keuangan, Sabtu (16/8/2014), anggaran belanja subsidi PSO tersebut akan dialokasikan kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar Rp1,523 triliun untuk penugasan layanan jasa angkutan kereta api,

yakni KA Ekonomi Jarak Jauh, KA Ekonomi Jarak Sedang, KA Ekonomi Jarak Dekat,

KRD Ekonomi, KA Angkutan Lebaran serta KRL AC Commuterline Jabodetabek. (Best Profit Futures)

Selain itu, PSO juga diberikan pada PT Pelni sebesar Rp1,607 triliun untuk penugasan layanan jasa angkutan penumpang kapal laut kelas ekonomi,

dan Perum LKBN Antara sebesar Rp130,3 miliar untuk penugasan layanan informasi publik.

Sekadar informasi, sektor pengangkutan dan komunikasi di 2015 diperkirakan memiliki pertumbuhan tertinggi di antara sektor yang lain, yaitu 9,5 persen.

Adapun beberapa program yang akan dilaksanakan adalah pembangunan jalan baru, rel kereta api berjalur ganda, pelabuhan di wilayah timur,

serta penambahan sarana transportasi yang meliputi bus, kapal perintis, kereta ekonomi, dan kereta rel listrik.

Sasaran lain dari program tersebut juga ditujukan pada terbangunnya sistem transportasi angkutan massal berbasis bus dan rel guna mengurangi kemacetan

lalu lintas dan meningkatkan pergerakan manusia di perkotaan terutama kota metropolitan seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Medan.

  (Best Profit Futures)

Dolar melemah untuk hari kedua terhadap yen menjelang keputusan dari Federal Reserve

untuk suku bunga acuannya pada hari Rabu dan pemilihan presiden AS pada pekan depan.

Indeks Spot Dollar Bloomberg telah turun dari tujuh bulan tertinggi pada 28 Oktober lalu seiring peluang berbasis pasar dari kenaikan suku bunga The Fed pada

akhir Desember turun menjadi 68 persen pada hari Selasa dari lebih dari (Best Profit Futures)

72 persen seminggu sebelumnya. Sebuah jajak pendapat yang melacak laporan dari ABC News / Washington Post menunjukkan Partai Republik Donald Trump dengan 46 persen dukungan terhadap

Partai Demokrat Hillary Clinton 45 persen, menyebabkan keuntungan di aset havens seperti obligasi, emas dan yen di New York.

Indeks Dolar Bloomberg, yang melacak mata uang terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah pada pukul 09:15 pagi waktu Tokyo setelah menghentikan penurunan selama tiga hari, Selasa.

Greenback turun 0,1 % ke level 104,05 ¥, setelah melemah 0,6 %% pada hari sebelumnya. (Best Profit Futures)

Pengumuman Federal Bureau of Investigation (FBI) pekan lalu bahwa membuka kembali penyelidikan Hillary Clinton untuk

penggunaan e-mail pribadinya yang telah menghidupkan kembali kampanye Donald Trump, yang telah berjanji untuk kesepakatan perdagangan AS yang ada.

Trump dipandang kurang menguntungkan oleh sebagian investor karena ketidakjelasan kebijakan dan apa yang dianggap tidak dapat diprediksi lebih besar dari saingannya demokratis. (Best Profit Futures)

Sumber dari http://economy.okezone.com