PT Best Profit Futures Surabaya

Kepercayaan Konsumen AS Meningkat Menjadi 101,1 Pada Agustus

Best Profit
Best Profit Futures – Kepercayaan konsumen di AS meningkat menjadi hampir setahun tertingginya pada Agustus,

Ungkap Conference Board yang berbasis di New York dalam sebuah laporan pada hari Selasa.

Indeks kelompok naik ke 101,1 bulan ini dari revisi 96,7 pembacaan pada Juli, ungkap kelompok riset swasta.

Proyeksi rata-rata dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom adalah 97, dengan perkiraan mulai 94,5 hingga 99,8. (Best Profit Futures)

Sedangkan Izin pembangunan rumah di Australia naik pada bulan Juli

Jumlah izin pembangunan rumah Australia naik 11,3% pada bulan Juli dari bulan Juni, didorong oleh lonjakan izin untuk pembangunan apartemen baru.

Izin untuk membangun rumah turun 0,5% pada bulan Juli, sementara izin untuk apartemen dan tempat tinggal lainnya naik 23%, Biro Statistik Australia mengatakan Selasa.

Izin untuk membangun atau merenovasi rumah dan apartemen naik 3,1% dari tahun sebelumnya, katanya. Pada bulan Juni, izin pembangunan rumah turun 4,7%. (Best Profit Futures)

Selain itu Pengeluaran Rumah Tangga dan Pengangguran Jepang Jatuh bulan Juli

Pengeluaran rumah tangga Jepang turun untuk bulan kelima berturut-turut dan penjualan ritel juga mengalami penurunan, menekankan pelemahan pada permintaan domestik.

Sementara itu, tingkat pengangguran Jepang berada di posisi terendah sejak 1995.

Pengeluaran rumah tangga turun 0,5 persen pada Juli dari tahun sebelumnya, kata biro statistik, Selasa (perkiraan sebelumnya dari analis yakni penurunan 1.5 persen.

Penjualan ritel turun 0,2 persen dari tahun sebelumnya dengan perkiraan penurunan sebesar 0,9 persen, menurut laporan Departemen Perdagangan.

Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, penjualan ritek naik 1,4 persen dengan perkiraan analis sebesar 0,8 persen.

Jumlah perempuan yang dipekerjakan sebesar 28.300.000 dengan tingkat partisipasi tenaga kerja perempuan sebesar 66,3 persen naik ke rekor tinggi pada bulan Juli, menurut biro statistik.

Ekonomi Jepang sedang berjuang untuk mendapatkan momentum, terlihat dari ekspansi yang lebih lambat dalam produk domestik bruto dari perkiraan ekonom pada kuartal kedua.

Bahkan meskipun pasar kerja tetap kencang, kenaikan yen sejak awal 2016 menyakiti ekspor, membuat bisnis menjadi berat untuk berkembang. Sementara itu, konsumen khawatir tentang pengeluaran dikarenakan upah hampir tidak meningkat.

Hal ini memberikan tekanan pada Bank of Japan untuk mempertimbangkan stimulus moneter lebih lanjut di pertemuan pada 20-21 September. (Best Profit Futures)

Sumber: Bloomberg