PT Best Profit Futures Surabaya

Kenaikan Harga Daging Sapi Masih Normal

Best Profit Futures – Salah satu penjual daging sapi di Pasar Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Suharwi, menyatakan kenaikan harga daging sapi saat ini masih beraa di kisaran normal.

“Harga daging sapi Rp 100 ribu per kilogram atau naik Rp 5 ribu sejak dua pekan lalu. Tapi masih normal,” ujarnya saat ditemui Tempo, Ahad, 15 Juni 2014.

Pria berumur 50 tahun ini memperkirakan harga daging sapi akan naik lebih tinggi mendekati Hari Lebaran. “Tapi kenaikannya wajar karena permintaan

daging juga naik,” ujar penjual daging yang mendapat pasokan dari Garut, Jawa Barat, ini.(Best Profit Futures)

Penjual daging sapi lain, Ali, juga mengemukakan hal serupa. Hingga kini, kata dia, stok daging yang diterimanya dari distributor masih lancar.

“Masih aman jelang puasa, belum tahu tapi nanti kalau sudah mulai puasa dan masuk Lebaran,” kata pria bertubuh tambun ini.

Ali menjelaskan, hingga kini belum terlihat kenaikan permintaan atas daging sapi di pasar.

“Masih dua minggu lagi kan, mereka beli biasanya kalau dua hari lagi mau puasa,” tuturnya.

Sebagai gambaran, Kementerian Perdagangan mencatat harga daging sapi rata-rata nasional

per 13 Juni 2014 sebesar Rp 92 ribu per kilogram.

Adapun harga rata-rata daging sapi di Jakarta sebesar Rp 98 ribu per kilogram.

Sebelumnya diberitakan bahwa Perum Bulog berencana melepas daging sapi beku dengan harga Rp 75 ribu per kilogram dalam operasi pasar.

Banderol itu lebih murah dibanding harga daging sapi segar di pasar tradisional

yang saat ini berada di kisaran Rp 97 ribu per kilogram.

Meski stok daging sapi itu sudah cukup berumur, Direktur

Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso menjamin keamanan dan kesehatannya. “Masih aman dan sehat,” ucapnya.

 (Best Profit Futures)

Emas mempertahankan penurunan tertajamnya dalam sebulan seiring orang Amerika mempersiapkan diri untuk memberikan suara mereka dalam pemilihan presiden

AS setelah kampanye penuh benci dan memecah belah antar kedua pihak, dengan Goldman Sachs Group Inc mengatakan bahwa capres dari

Demokrat Hillary Clinton lebih mungkin untuk memenangkan pertarungan ketimbang Donald Trump.

Bullion untuk pengiriman segera diperdagangkan di level $ 1,284.27 per ounce pada pukul 3:02 siang waktu Singapura dari level $ 1,281.64, menurut harga publik Bloomberg.

Pada hari Senin, harga merosot 1,8 persen, yang merupakan penurunan terbesar sejak 4 Oktober,

pada spekulasi bahwa kemungkinan kemenangan bagi Clinton telah membaik sehingga menyakiti permintaan haven.

Emas berjangka bisa jatuh ke level $ 1.250 dalam waktu seminggu jika Clinton menang,

sementara kemenangan bagi Trump bisa melambungkan bullion ke level $ 1.395, menurut lebih dari 20 analis dan pedagang yang disurvei oleh Bloomberg.

Kekhawatiran pemilu telah menggolakkan volatilitas pada bullion, dengan indeks perubahan harga selama 15 hari terakhir rebound dari level terendah dua tahun.

Bullion kemurnian 99,99 persen turun sebanyak 0,5 persen ke level 280,1 yuan per gram ($ 1,285.08 per ounce) di Shanghai Gold Exchange.

Sumber dari http://www.tempo.co