PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; Kemkes: Rompi Antikanker Milik Warsito Belum Jelas Keamanannya

Best Profit Futures – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan pernyataan resmi terkait dengan Electro Capacitive Cancer Treatment (ECCT) atau rompi antikanker ciptaan Warsito Purwo Taruno.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Kabalitbangkes) Tri Tarayati, alat tersebut belum bisa disimpulkan keamanan dan manfaatnya.

Kesimpulan ini atas dasar hasil evaluasi tim review yang terdiri dari Kemenkes, Kemenristekdikti, LIPI, dan KPKN. (Best Profit Futures)

“Penelitian ECCT dilanjutkan sesuai dengan kaidah pengembangan alat kesehatan sesuai standar. Alat tersebut juga akan dikembangkan melalui pipeline pengembangan alat ECCT per jenis kanker,

mulai dari praklinik hingga klinik sesuai dengan kaidah Cara Uji Klinik yang Baik (GCP),” katanya saat temu media di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (3/2/2016).

Selain itu, kata dia, Kemenkes juga telah membentuk tim konsorsium yang akan mengawal pengembangan alat Technology Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) dan ECCT ini.

“Jika hasilnya baik, dilanjutkan ke uji klinik yang akan dilanjutkan di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) atau rumah sakit pendidikan yang ditunjuk,” ujarnya.

Tari menambahkan, bagi pasien lama yang selama ini menggunakan ECCT, akan mendapatkan pelayanan kesehatan standar di delapan

RS pemerintah yang ditunjuk seperti RS Hasan Sadikin, RS Soetomo, RS Dharmais, RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), RS Persahabatan dan rumah sakit lainnya yang bersedia.

Sedangkan untuk menggunakan alat ECCT, menurut Tari itu adalah hak pasien. “Jika pasien menghendaki, penggunaan ECCT tetap

diperbolehkan bersamaan dengan pelayanan kesehatan yang dijalani,” imbuhnya.

Nikkei Jepang tergelincir pada hari Jumat ini setelah kekhawatiran mengenai stabilitas Deutsche Bank yang mengguncang Wall Street serta pada saham-saham finansial,

dengan indeks saham memangkas kenaikan kuartalan dan membukukan peenurunan mingguan dan bulanan.

Nikkei ditutup turun sebanyak 1,5%, atau 243,87 poin pada level 16,449.84, ((Best Profit Futures))

turun 1,8% untuk pekan ini dan 2,6% untuk September. Tapi itu masih naik 5,6% untuk kuartal Juli-September.

Indeks Wall Street membukukan penurunan tajam pada Kamis, dengan saham AS terdaftar Deutsche Bank tergelincir setajam 6,7%

sehingga memperdalam kekhawatiran atas stabilitas pemberi pinjaman menekan pasar di seluruh dunia.

Subindex perbankan tergelincir 2,4%, sedangkan subindex dari finansial lainnya turun 2,5%.

Indeks Topix 1,5% lebih rendah pada level 1,322.78, turun 2%

untuk sepekan dan 0,5% untuk September, meskipun naik 6.2 untuk kuartal ini.

Indeks JPX Nikkei 400 tergelincir 1,5% menjadi 11,846.49 pada hari Jumat, turun 2,1 untuk pekan dan 1% untuk bulan. Naik 5,3 pada periode Juli-September.((Best Profit Futures))

Sumber : liputan6.com