PT Best Profit Futures Surabaya

Kemarin Beli Saham Tambang Bakrie? Hari Ini Untung 34%

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Saham PT Bumi Resorces Tbk (BUMI) akhirnya bisa menguat setelah terus-terusan jatuh sejak pekan lalu. Tak butuh waktu lama, saham tambang Grup Bakrie itu langsung melonjak 33% hari ini.

Padahal kemarin sahamnya sudah hampir menyentuh titik terendah harga saham di

pasar modal sebesar Rp 50 per lembar alias saham ‘gocap’. Tepatnya di level Rp 53 per lembar. (BEST PROFIT FUTURES)

Namun pada penutupan perdagangan hari ini, seperti dikutip dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BUMI langsung rebound 18 poin (33,96%) ke level Rp 71 per lembar.

Nah, bagi investor yang kemarin sempat beli sahamnya di harga Rp 53 per lembar berarti kalau menjualnya hari ini di harga Rp 71 per lembar sudah dapat untung sekitar 34%.

Misalnya beli 1.000 lot (1 lot= 100 lembar saham) berarti kemarin harganya Rp 5,3 juta.

Begitu dijual di harga hari ini maka total uang yang didapat investor menjadi Rp 7,1 juta.

Penguatan saham BUMI ini seiring dengan naiknya saham-saham emiten tambang batu bara, seperti PT Indo Tambangraya Tbk (ITMG),

PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Petrosea Tbk (PTRO) dan lain-lain. Hari ini sebanyak 10 saham tambang batu bara naik, 4 stagnan, dan 5 melemah.

Minyak bertahan di atas $ 50 di tengah ketidakpastian atas kesediaan Rusia untuk bergabung dengan upaya OPEC untuk menstabilkan pasar.

Minyak berjangka sedikit berubah di New York setelah turun 1,1 persen pada hari Selasa.

Produsen minyak terbesar asal Rusia Rosneft PJSC mengatakan tidak akan memangkas produksi, menurut Reuters, setelah Presiden Vladimir Putin

sebelumnya mengatakan negaranya akan bergabung dengan Organisasi Negara Pengekspor Minyak dalam pembekuan atau memotong pasokan.

Rusia dan kelompok produsen minyak akan bertemu di Istanbul pada hari Rabu untuk membahas perjanjian produksi. Pasokan dan permintaan akan kembali ke keseimbangan

awal dari yang diharapkan jika kesepakatan OPEC untuk memangkas produksi dilaksanakan, kata International Energy Agency.(BEST PROFIT FUTURES)

Minyak naik ke level tertinggi 15-bulan pada hari Senin setelah Arab Saudi menyatakan optimismenya bahwa OPEC akan membuat kesepakatan untuk memangkas produksi dan Rusia menyatakan dukungannya.

Peningkatan sampai $ 60 per barel mungkin akan memicu lonjakan dalam produksi di Amerika Utara sambil memangkasan pertumbuhan permintaan global,

Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol mengatakan pada Selasa kemarin.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman November diperdagangkan di $ 50,75 per barel, turun 4 sen, di New York Mercantile Exchange pada pukul 10:03 pagi di Sydney.

Harga WTI pada hari Selasa turun 56 sen menjadi $ 50,79. Total volume perdagangan sekitar 83 persen kurang dari rata-rata 100-hari.

Minyak Brent untuk pengiriman Desember turun 73 sen, atau 1,4 persen, ke $ 52,41 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global untuk bulan Desember ditutup lebih besar $ 1,17 dari WTI.(BEST PROFIT FUTURES)

Sumber dari http://finance.detik.com