PT Best Profit Futures Surabaya

Kebijakan dan Waktu Jadi Pemicu Anggota Dewan Lakukan WO

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Salah satu anggota DPRD Kabupaten Pamekasan, dari Fraksi Golkar, Ach Tatang lakukan aksi walk out (WO) pada sidang paripurna pemilihan ketua komisi-komisi, Jum’at (17/10/2014).

Hal itu dilakukan karena kebijakan pimpinan sidang, dalam hal ini Ketua DPRD Pamekasan,

yang terlalu memaksakan kebijakan yang disignalir tidak sinergi dengan aturan yang ada. Bahkan dirinya juga menilai kebijakan pemilihan tersebut terlalu dipaksakan.

Selain itu, dirinya juga sempat mengusulkan kepada pimpinan sidang bila

paripurna tersebut sebaiknya ditunda. Sebab, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk menyelesaikan proses pemilihan pimpinan di masing-masing komisi.

“Tadi saya mengajukan bahwa pemilihan pimpinan komisi tidak tepat, karena ini hampr Ju’atan (11.17).

Tapi pimpinan sidang tidak mengindahkan dan tetap melakukan pemilihan berdasarkan voting,” kata Ach Tatang.

Selain itu, secara pribadi dirinya menginginkan pemilihan pimpinan komisi dilakukan dengan suara terbanyak berurutan, seperti yang dilakukan pada pemilihan-pemilihan sebelumnya. (BEST PROFIT FUTURES)

Tetapi, proses pemilihan pimpinan tetap dilakukan menjelang shalat Jum’at.

Sementara itu, komposisi pimpinan masing-masing komisi juga disignalir sudah di atur sebelumnya. Sehingga pelaksanaan pemilihan tetap digelar.

“Saya rasa ini sudah di setting (atur), dan mungkin teman-teman koalisi (partai pendukung pemerintahan Achmad Syafii dan Kholil Asy’ari) sudah mengadakan pertemuan dan sudah membagi jatah,” ungkapnya. (BEST PROFIT FUTURES)

Hal itu juga diperkuat dengan anggota dewan, khususnya pimpinan sidang yang memaksakan pemilihan menggunakan sistem paket.

Bahkan sangat jelas sekali bila mereka akan menerapkan sistem tersebut. “Ini jelas sudah bertentangan dengan tata cara pemilihan pada periode sebelumnya,

dimana pimpinan komisi itu didasarkan pada suara terbanyak berurutan,” jelasnya. (BEST PROFIT FUTURES)

“Jadi terdapat kontradiksi dalam aturan tersebut. Satu sisi pimpinan sidang

ingin menerapkan peraturan yang sudah menjadi kebiasaan, dan di sisi lain justru mengabaikannya,” paparnya.

Namun demikian, sekalipun dirinya melakukan aksi WO dari paripurna. Pihaknya tetap berada di komisi sebagaimana sudah diamanatkan oleh fraksinya.

Tetapi, hanya persoalan aturan yang sangat disesalkannya. “Hanya persoalan kebijakan pemilihan dan waktu pemilihan yang tidak tepat. Itu yang tidak saya setujui,” tegasnya.

  (BEST PROFIT FUTURES)

Sumber dari http://beritajatim.com