PT Best Profit Futures Surabaya

Jokowi Resmi Buka Pasar Modal BEI

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Presiden Joko Widodo membuka perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), awal perdagangan 2015 di Jakarta. Saat pembukaan IHSG menguat ke 5.240.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pembukaan berada pada level 5.240. Pada penutupan (30/12/2014) IHSG IHSG ditutup 5.202,31. (BEST PROFIT FUTURES)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pembukaan pasar modal. IHSG pun melaju optimistis pada tahun baru, 2015. “Membaca bismillah,

pasar modal Bursa Efek Indonesia resmi saya buka,” ujar Jokowi saat membuka perdagangan BEI 2015 di Jakarta, Jumat (2/1/2015). (BEST PROFIT FUTURES)

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad mengatakan, IHSG 2015 diharapkan akan lebih postif dari 2014.

Sebab pada tahun kemarin IHSG melesat 22,3 persen. Melesatnya IHSG melampaui Thailand dan Singapura.

“Bekal pencapaian tahun kemarin bekal optimisme tahun ini.

Tantangan menanti bergerak dinamis kesiapan masyarakat ekonomi Asean menjadi warna industri nasional,” jelas dia. (BEST PROFIT FUTURES)

Bursa saham Jepang naik ke level tertinggi dalam empat bulan, karena minyak melonjak dan Hillary Clinton tampaknya memperketat cengkeramannya pada pemilihan presiden AS bulan November mendatang.

Indeks Topix naik 0,7% ke 1,360.32 ke level tertinggi sejak Juni pada istirahat perdagangan di Tokyo, dipimpin oleh penjelajah dan produsen energi.

Saham-saham kembali diperdagangkan setelah liburan di Jepang pada hari Senin, ketika ekuitas global menguat dan setelah debat kedua presiden AS menambahkan ke spekulasi bahwa Clinton akan menang atas Donald Trump.

Minyak menguat ke level tertinggi dalam lebih dari setahun setelah dua produsen terbesar minyak mentah di dunia, Arab Saudi dan Rusia,

mengatakan mereka siap bekerja sama untuk membatasi produksi. Yen diperdagangkan di level 103,99 per dolar, melemah untuk hari kedua. (BEST PROFIT FUTURES)

Rusia bersedia untuk bergabung dengan upaya Organisasi Negara Pengekspor Minyak untuk menstabilkan pasar,

membutuhkan baik pembekuan atau pemotongan untuk tingkat produksi saat ini, kata Presiden Vladimir Putin, pada hari Senin.

Banyak produsen di luar kelompok telah menyatakan kesediaan untuk bekerja sama terkait pembatasan produksi, kata Menteri Energi dan Industri Arab Saudi Khalid Al-Falih,

menambahkan bahwa ia “optimis” akan ada kesepakatan yang bisa mengangkat harga minyak setinggi $ 60 per barel pada akhir tahun. (BEST PROFIT FUTURES)

Sumber dari http://beritajatim.com