PT Best Profit Futures Surabaya

Jokowi Kembali Bagi-Bagi Kekuasaan

Best Profit Futures – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik sembilan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Dari sembilan orang tersebut, enam orang diketahui berasal dari partai politik (Parpol).

Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin, mengatakan, Jokowi sudah melupakan janjinya saat kampanye pemilihan presiden (Pilpres),

yang tidak akan membagi-bagikan kursi alias koalisi tanpa syarat kepada partai pengusungnya.

“Dalam membentuk Wantimpres, Presiden tidak bisa mengangkat sembarangan orang untuk menjadi anggota Wantimpres.

Presiden harus berpedoman kepada UU 19/2006 yang mengatur tentang Wantimpres,” kata Said kepada Okezone, Senin (19/1/2015) malam. (Best Profit Futures)

Adapun syarat-syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi anggota Wantimpres,

di antaranya orang tersebut harus memiliki sifat kenegarawanan dan tidak punya rekam jejak berkelakuan tercela.(Best Profit Futures)

“Bahkan jika sudah dilantik, mereka tidak boleh menjadi pimpinan parpol,

termasuk ormas, yayasan, atau organisasi lainnya,” sambungnya.

Dari sembilan nama anggota Wantimpres yang diangkat oleh Presiden,

dia melihat hanya segelintir saja yang memang pantas menduduki lembaga itu, diantaranya Hasyim Muzadi.

“Selebihnya saya kira patut dipertanyakan sifat kenegarawanannya. Kalau dibandingkan dengan Wantimpres era pemerintahan sebelumnya, saya pikir-pikir kok masih lebih mending komposisi Wantimpres di era SBY,” katanya.

Kendati demikian, kata Said, Presiden memang diwajibkan oleh konstitusi untuk membentuk Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).(Best Profit Futures)

“Maksud konstitusi itu adalah agar Presiden bisa mendapatkan nasihat dan pertimbangan tentang segala kebijakan yang akan diambilnya, supaya ketika kebijakan itu diimplementasikan, kelak tidak menyimpang dari prinsip-prinsip negara hukum, demokrasi, dan mencerminkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik,” pungkasnya.

Dolar mempertahankan posisi di dekat level dua minggu tertinggi setelah data dan komentar minggu ini dari pejabat Federal Reserve menghidupkan kembali spekulasi kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini.

Greenback meraih kenaikan tertinggi terhadap mata uang utama sejak 16 September pada hari Selasa setelah Fed Bank of Presiden Richmond Jeffrey Lacker mendesak bank sentral untuk mengetatkan kebijakan untuk membendung kemungkinan gejolak inflasi. Hal itu diikuti oleh pernyataan Senin oleh Presiden Fed Bank of Cleveland Loretta Mester bahwa ekonomi sudah matang untuk kenaikan suku bunga dan laporan yang menunjukkan manufaktur AS berekspansi pada bulan September. Data pekerjaan yang dirilis akhir pekan ini diperkirakan akan menunjukkan kenaikan dalam laju perekrutan.(Best Profit Futures)

Bloomberg Dollar Spot Index, yang mengukur mata uang terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah pada pukul 10:03 di Tokyo, setelah naik 0,6 persen pada Selasa, di saat menyentuh level tertinggi sejak 21 September Greenback melemah 0,2 persen ke level ¥ 102,74, setelah naik selama enam hari berturut-turut sampai Selasa yang merupakan kenaikan beruntun terpanjang sejak Agustus.(Best Profit Futures)

Sumber dari http://news.okezone.com