PT Best Profit Futures Surabaya

Jokowi Harus Berani Tagih Piutang dari 5 Kementerian

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan pemerintah dianggap sebagai langkah cepat untuk membiayai program-program pembangunan.

Namun Indonesia Coruption Watch (ICW), menilai masalah anggaran piutang negara yang mencapai Rp259,8 triliun, juga menjadi PR penting bagi pemerintahan untuk diselesaikan.

Koordinator Divisi Monitoring dan Analisis Anggaran ICW, Firdaus Ilyas, mengatakan total piutang negara mencapai angka hingga Rp259,8 triliun.

Dari angka tersebut terdapat lima instansi pemerintahan yang menyumbang piutang paling besar.

Di antaranya, Kejaksaan Agung sebesar Rp13,2 triliun, Kementerian ESDM sebesar Rp11,6 triliun,

Kementerian Kehutanan sebesar Rp2,3 triliun dan Kementerian Komunikasi dan Informatika sebesarRp3,2 triliun.

“Piutang itu ada oknum yang main di dalamnya. dan itu harus diberantas,” ujar dia di kantor ICW, Jakarta, Rabu (BEST PROFIT FUTURES).

Dia melanjutkan, jika pemerintah tidak serius dan berani dalam

mengerjakan PR tersebut, maka piutang itu berpotensi akan hilang dan tidak tertagih.

Firdaus melanjutkan, jika pemerintah serius menangani piutang, maka semua akan bisa tertagih dalam waktu dua sampai tiga tahun.

Menurut dia, pembentukan tim reformasi tata kelola migas merupakan langkah awal yang baik.

Namun, langkahnya haruslah transparan.

“Memang harus dibentuk tim-tim seperti itu, tapi harus berani, sekalipun yang dihadapi ada hubungan dengan pihak yang berkuasa,” tukasnya. (BEST PROFIT FUTURES).

 Saham China naik ke level enam minggu tertinggi sebelum rilis data ekonomi termasuk produk domestik bruto dan output industri.

Indeks Shanghai Composite naik 0,4 %, dengan saham teknologi dan energi mendapatkan keuntungan. Indeks Hang Seng menguat 0,1 %,

dipimpin oleh Bank of East Asia Ltd China Life Insurance Co turun 1,9 % dalam kinerja terburuk pada hari Rabu setelah perusahaan memperkirakan

bahwa keuntungan dalam sembilan bulan pertama jatuh sebesar 60 % karena menurunnya pendapatan investasi.(BEST PROFIT FUTURES).

Ekonomi China kemungkinan meningkat 6,7 % pada kuartal terakhir, kuartal ketiga berturut-turut dengan laju yang sama, menurut rata-rata dalam survei Bloomberg terhadap analis.

Ukuran luas negara tersebut dalam kredit baru melampaui perkiraan pada bulan September,

menurut data yang menunjukkan hari Selasa, pinjaman yang kuat akan

terus membantu menstabilkan perekonomian.

Pembiayaan agregat China adalah 1,72 triliun yuan ($ 255 miliar) bulan lalu, dibandingkan dengan estimasi rata-rata dalam survei Bloomberg senilai 1,39 triliun yuan.

Angka-angka yang dirilis setelah penutupan pasar ekuitas China daratan. (BEST PROFIT FUTURES).

Sumber dari http://economy.okezone.com/