PT Best Profit Futures Surabaya

Jokowi Berharap Hubungan RI-Tiongkok Makin Mesra

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Presiden Joko Widodo berharap hubungan bilateral antara Indonesia dan China sebagai mitra strategis dan lebih komprehensif.

Hal ini berguna agar saling mendatangkan manfaat bagi rakyat di kedua negara.

“Hubungan Indonesia dan Tiongkok telah berjalan sejak ratusan tahun silam, ini menjadi modal bagi kedua negara untuk menjadi mitra strategis komprehensif.

Ke depan, saya ingin kemitraan strategis yang komprehensif ini dapat semakin konkret,” kata Presiden Jokowi, saat melakukan

pertemuan bilateral dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping, di Beijing, Minggu yang dikutip dari Antara, Minggu (BEST PROFIT FUTURES).

Dalam pertemuan yang berlangsung di Balai Agung Rakyat itu, Presiden Jokowi didampingi Menko Perekonomian Sofyan Djalil,

Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, dan Wakil Ketua DPD GKR Hemas. Jokowi menambahkan,

kemitraan stretegis komprehensif jika diwujudkan makin nyata, akan memberikan keuntungan bagi kedua negara, terutama rakyatnya.(BEST PROFIT FUTURES).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyampaikan pula terima kasih atas undangan yang diberikan Presiden Xi Jinping

untuk hadir dalam pertemuan ke-22 pimpinan ekonomi APEC yang akan berlangsung selama dua hari. Dia juga mengundang

Presiden Xi Jinping untuk hadir pada peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika di Indonesia mendatang.

Indonesia dan Tiongkok menjadi mitra strategis yang dikukuhkan melalui kesepakatan bersama ditandatangani Presiden RI(BEST PROFIT FUTURES).

Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Tiongkok Hu Jintao pada 25 April 2005. Kedua negara kemudian sepakat meningkatkan

sebagai mitra strategis komprehensif pada Oktober 2013, saat Presiden Tiongkok Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia.

Sebagai kekuatan ekonomi kedua terbesar di dunia, kini Tiongkok tercatat memiliki cadangan devisa dalam mata uang asing sekitar USD3,5 triliun.

Namun dengan potensi yang dimiliki, investasi yang ditanamkan Tiongkok ke Indonesia hingga 2012 baru mencapai USD2,02 miliar, demikian data dari China-ASEAN Business Council.

Padahal sebagai negara terbesar di Asia Tenggara dengan total GDP mencapai USD1 triliun, plus pertumbuhan ekonomi yang positif, (BEST PROFIT FUTURES).

perbaikan iklim investasi didukung stabilitas politik yang relatif stabil, Indonesia dapat menjadi negara tujuan yang menarik bagi investor asing, terutama dari Tiongkok.

Pada sektor perdagangan total nilai yang dicapai Indonesia-Tiongkok pada 2012 tercatat USD66,6 miliar, dan diharapkan meningkat USD80 miliar pada 2015.

Perbandingannya dengan volume perdagangan Tiongkok-Malaysia, negara kedua di Asia Tenggara yang akan dikunjungi Xi Jinping,

ditargetkan mencapai USD100 miliar pada kurun waktu yang sama.Pada sektor pariwisata, Indonesia juga masih relatif kecil menyerap pangsa pasar Tiongkok yang sangat potensial.(BEST PROFIT FUTURES).

Sumber dari http://economy.okezone.com