PT Best Profit Futures Surabaya

JKN Berpotensi Kurangi Nasabah Asuransi Komersial

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Pelaksanaan program jaminan kesehatan nasional oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berpotensi

mengurangi nasabah pemegang polis asuransi komersial karena beberapa perusahaan akan melakukan pengurangan manfaat.‬

“Saya kira reaksi perusahaan peserta akan seperti itu pada tahun pertama pelaksanaan JKN.

Apalagi, pertanggungan kesehatan dasar yang ditawarkan oleh BPJS Kesehatan tidak terbatas. Berbeda dengan asuransi komersial yang ada batasnya,”

kata Head of Group Policy Management and Claim Allianz Life Indonesia Angelia Agustine dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (BEST PROFIT FUTURES).

‪Menurut dia, mulai tahun depan diperkirakan nasabah asuransi korporasi lini produk asuransi kesehatan komersial mengurangi manfaat.

Karena ada biaya tambahan untuk perusahaan membayar iuran BPJS Kesehatan sebagai asuransi sosial.

“Sebab, program jaminan kesehatan nasional BPJS Kesehatan kan sifatnya wajib,” kata dia.‬

Angelia menjelaskan prosedur pelayanan kesehatan rawat inap BPJS Kesehatan harus terlebih dahulu melalui rujukan dokter dan klinik di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Ini yang membedakan dengan asuransi komersial yang notabene dapat segera dilayani tanpa rujukan,” ujar dia.

Meskipun demikian, ada peluang asuransi komersial untuk memperoleh nilai plus karena prosedurnya lebih cepat dan sederhana.

Sehingga, lanjutnya, bisa saja BPJS kembali meningkatkan manfaat yang biasa ditawarkan asuransi komersial. (BEST PROFIT FUTURES).

“Saat ini ada 17 rumah sakit fasilitas kesehatan non BPJS Kesehatan yang melayani koordinasi manfaat dengan asuransi komersial,” ujar dia.

Wakil Ketua Bidang Statistik, Informasi dan Analisa AAUI, Dadang Sukresna mengakui bahwa keberadaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menurunkan premi lini kesehatan asuransi swasta sebesar minus 1,2 persen.

Premi lini usaha kesehatan tumbuh negatif, yakni pada kuartal I-2013 tercatat sebesar Rp1,342 triliun.

Sedangkan kuartal I-2014 hanya menjadi Rp1,326 triliun, atau tumbuh minus 1,2 persen. (BEST PROFIT FUTURES).

 Wakil Ketua Bidang Statistik, Informasi dan Analisa AAUI, Dadang Sukresna mengakui bahwa keberadaan

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menurunkan premi lini kesehatan asuransi swasta sebesar minus 1,2 persen.

Premi lini usaha kesehatan tumbuh negatif, yakni pada kuartal I-2013 tercatat sebesar Rp1,342 triliun. Sedangkan kuartal I-2014 hanya menjadi Rp1,326 triliun, atau tumbuh minus 1,2 persen. (BEST PROFIT FUTURES).

Sumber dari http://economy.okezone.com