PT Best Profit Futures Surabaya

JK Targetkan 5 Tahun Lagi RI Tak Impor Gula

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Kebutuhan gula masyarakat yang tinggi kini tidak lagi dapat diperoleh dengan gula impor. Pasalnya, pemerintah akan menyetop impor gula dan memberdayakan produksi gula nasional.

Wapres Jusuf Kalla saat mengunjungi PG Mojo Sragen menyebutkan cara lain untuk mengurangi ketergantungan gula impor adalah dengan menggenjot produktivitas produksinya dan membangun 10 pabrik gula (PG) di Pulau Jawa.

“Untuk moratorium impor gula belum. Tapi kalau mengurangi impor iya. Pemerintah akan berupaya meningkatkan produktivitas pabrik gula yang ada dan membangun pabrik gula baru di beberapa tempat,” jelasnya saat mengunjungi PG Mojo di Sragen, Jumat (BEST PROFIT FUTURES).

JK mengatakan, saat ini kondisi pabrik gula yang ada kurang efisien karena beberapa mesin yang sudah usang. Karena itu, diperlukan pabrik baru agar mampu meningkatkan produktivitas dan pada akhirnya menurunkan biaya produksi.

“Pemerintah ingin memastikan kebutuhan gula bisa terpenuhi sendiri sehingga tidak perlu impor.

Selain membenahi pabrik gula, petani tebu juga harus lebih dimaksimalkan sehingga produksinya makin baik dan mendukung swasembada gula,” tutur dia.

Lebih lanjut JK mengungkapkan, jika produktivitas pabrik gula ditingkatkan sampai lima tahun mendatang,

Indonesia tidak perlu impor lagi. “Tingkat rendemen harus ditingkatkan sampai 10 dan petani tebu juga ditingkatkan,” jelasnya. (BEST PROFIT FUTURES).

Terpisah, Direktur PTPN IX, Hadi Sasongko menambahkan, produksi gula di wilayahnya belum memenuhi target untuk tahun ini.

“Target yang dipatok sebesar 160 ton namun baru tercapai 156 ton. Untuk pendirian pabrik gula baru, di wilayah kerja PTPN IX akan dijatah tiga pabrik,” terangnya.

Hadi menjelaskan pembangunan pabrik gula baru akan didirikan di wilayah Pantura dan Sragen. Sedangkan terkait rendemen atau kandungan gula dalam tebu juga akan terus ditingkatkan.

“Saat ini tingkat rendemen pabrik gula rata-rata 6,5 dan siap ditingkatkan menjadi 10. Kami siap menindaklanjuti untuk mewujudkan swasembada gula nasional,” pungkasnya. (BEST PROFIT FUTURES).

Hadi menjelaskan pembangunan pabrik gula baru akan didirikan di wilayah Pantura dan Sragen.

Sedangkan terkait rendemen atau kandungan gula dalam tebu juga akan terus ditingkatkan.

“Saat ini tingkat rendemen pabrik gula rata-rata 6,5 dan siap ditingkatkan menjadi 10. Kami siap menindaklanjuti untuk mewujudkan swasembada gula nasional,” pungkasnya. (BEST PROFIT FUTURES).

Sumber dari http://economy.okezone.com