PT Best Profit Futures Surabaya

Jenis Sakit Kepala yang Perlu Diketahui

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – SAKIT kepala adalah gangguan yang paling umum dirasakan setiap orang. Kelelahan, makanan, efek samping obat,

hingga penyakit dapat menimbulkan sakit kepala dengan intensitas dan serangan yang beragam.

Menurut artikel dari Boldsky, yang dikutip pada Sabtu (22/11/2014), sebuah studi menemukan setidaknya ada dua tipe sakit kepala. Masing-masing berdasarkan lokasi dan penyebab dari sakit kepala. (BEST PROFIT FUTURES)

Pertama adalah sakit kepala primer.

Hal ini disebabkan oleh aktivitas berlebih dari struktur nyeri di kepala. Jenis ini bukan karena adanya penyakit lain yang mendasari.

Ini bisa disebabkan karena konsumsi alkohol, daging merah, tekanan dari postur tubuh yang salah, kebiasaan tidur yang buruk, atau stres.

Kemudian, sakit kepala sekunder.

Hal ini disebabkan oleh beberapa penyakit yang mendasari, yang pada akhirnya akan mengaktifkan saraf sensitif sakit di kepala. Sinusitis akut, pembekuan darah,

aneurisma (pelebaran pembuluh darah), tumor otak, dehidrasi, infeksi telinga adalah beberapa alasan yang menyebabkan sakit kepala sekunder.(BEST PROFIT FUTURES)

Untuk meredakan sakit kepala ada berbagai cara.

Mulai dari makan obat pereda nyeri, minum banyak air, kompres dengan air dingin,

memijat kepala, dan berlatih teknik relaksasi adalah beberapa cara untuk mengobati sakit kepala primer.

Sedangkan, untuk sakit kepala sekunder, mungkin hanya dapat diobati dengan perhatian

medis yang tepat untuk mendapatkan prognosis (ramalan medis dari hasil pemeriksaan) yang tepat.

Saham Jepang berayun antara keuntungan dan kerugian seiring para investor

menimbang prospek kenaikan suku bunga AS dan menunggu laporan laba perusahaan di dalam negeri.(BEST PROFIT FUTURES)

Indeks Topix sedikit berubah ke level 1,352.64 pada istirahat perdagangan di Tokyo,

menghapus kerugian sebelumnya sebanyak 0,4 %. Indeks Nikkei 225 memperoleh gain 0,1 % ke level 16.924. Yen menguat terhadap dolar setelah bergerak lebih tinggi pada hari Senin karena Indeks Empire State,

yang melacak produsen di New York, secara tiba-tiba menyusut, sementara Wakil Ketua Fed Stanley Fischer menguraikan faktor-faktor yang menekan pertumbuhan dan kenaikan suku bunga.

Tanda-tanda saat ini menunjukkan perekonomian AS yang lebih kuat telah meningkatkan spekulasi

untuk kenaikan biaya pinjaman AS dalam waktu dekat, mendorong penurunan selama tiga minggu pada yen.(BEST PROFIT FUTURES)

Saham real estate melonjak untuk memimpin kenaikan di antara 33 kelompok industri di Indeks Topix, sedangkan sektor pertambangan di Topix turun 1,4 % mengirim harga minyak mentah lebih rendah. Saham Inpex Corp jatuh 1,5 % dan saham Japan Petroleum Exploration Co merosot 1 %.

Sumber dari http://lifestyle.okezone.com