PT Best Profit Futures Surabaya

Jelang Mudik, Harga Pertamax Melonjak

Best Profit Futures – Harga bahan bakar minyak nonsubsidi jenis Pertamax mengalami kenaikan menjelang arus mudik Lebaran. Di pompa bensin Tanjung Duren, Jakarta Barat,

harga Pertamax mencapai Rp 11.300 per liter. “Kenaikan harga terjadi sejak hari Jumat lalu,” kata Edi Suprianto, 33 tahun, petugas SPBU Tanjung Duren, pada Ahad, 6 Juli 2014.

Menurut dia, BBM jenis Pertamax sejak sebulan terakhir tidak mengalami kenaikan harga. “Harga sebelum naik ialah Rp 10.950 per liter. Jadi ada kenaikan sebesar Rp 350 per liter untuk jenis Pertamax,” ujarnya.

Kenaikan harga BBM setara Pertamax juga terjadi di SPBU yang dikelola Shell Indonesia, salah satunya di SPBU Shell Jalan S. Parman, Jakarta Barat.

BBM jenis Super yang memiliki tingkat oktan 92 konsisten naik sejak sebulan terakhir. (Best Profit Futures )

Pada minggu kedua Juni, harga BBM jenis Super dipatok Rp 10.950 per liter di wilayah Jabodetabek.

Pada minggu ketiga Juni harganya melonjak sebesar Rp 400 menjadi Rp 11.350 per liter.

Pada 2 Juli lalu, harga BBM jenis Super dari Shell dipatok Rp 11.750 per liter untuk wilayah Jabodetabek, Rp 11.850 per liter untuk SPBU Shell di Bandung, serta Rp 11.900 per liter di Surabaya.

Menanggapi hal ini, Vice President Fuel Retail Marketing PT Pertamina (Persero) Muhammad Iskandar menyatakan kenaikan harga

BBM nonsubsidi dalam sepekan terakhir disebabkan oleh nilai tukar rupiah yang menembus Rp 12 ribu per dolar Amerika Serikat.

“Harga minyak mentah dipatok dengan kurs dolar, sehingga wajar apabila harga BBM di SPBU ikut naik seiring dengan kenaikan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar,” ujarnya.

  (Best Profit Futures )

Pada 2 Juli lalu, harga BBM jenis Super dari Shell dipatok Rp 11.750 per liter untuk wilayah Jabodetabek, Rp 11.850 per liter untuk SPBU Shell di Bandung, serta Rp 11.900 per liter di Surabaya.

Menanggapi hal ini, Vice President Fuel Retail Marketing PT Pertamina (Persero) Muhammad Iskandar menyatakan kenaikan harga BBM

nonsubsidi dalam sepekan terakhir disebabkan oleh nilai tukar rupiah yang menembus Rp 12 ribu per dolar Amerika Serikat.

“Harga minyak mentah dipatok dengan kurs dolar, sehingga wajar apabila harga BBM di SPBU ikut naik seiring dengan kenaikan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar,” ujarnya. (Best Profit Futures )

Sumber dari http://www.tempo.co