PT Best Profit Futures Surabaya

Jaguar Land Rover Punya Mesin Baru yang Lebih Ringan

BEST PROFIT FUTURES – Cadangan minyak bumi kian menipis. Pabrikan mobil pun berlomba-lomba menciptakan kendaraan yang hebat bahan bakar. Selain menurunkan bobot kendaraan, perubahan mesin juga menjadi fokus utama dari masing-masing pabrikan di antaranya Jaguar Land Rover.

Jaguar Land Rover baru-baru ini memperkenalkan mesin baru bernama Ingenium. Ingenium adalah keluarga mesin baru yang lebih kompak, ringan, rendah emisi.

Mesin Ingenium tersedia dalam tipe mesin diesel dan mesin bensin turbocharged yang memberikan efisiensi dan kinerja terbaik untuk konsumen Jaguar Land Rover.

Mesin Ingenium tersedia pilihan transmisi manual dan otomatis, yang juga untuk tersedia untuk model hybrid Jaguar Land Rover. Mesin Ingenium tersedia mesin diesel 2.0 liter (AJ200D). Friksi dari mesin ini berkurang 17 persen dari mesin Jaguar 2.0 liter yang ada saat ini. Jaguar pun mengklaim mesin ini lebih responsif dan lebih irit BBM dibanding mesin 2.0 liter standar. (Best Profit Futures)

Hasil itu karena terjadi perubahan pada jeroan mesin sehingga ketika bekerja pada kondisi normal lebih baik dari mesin sebelumnya.

Menurut rencana JLR, mesin Ingenium diproduksi mulai awal 2015 di Jaguar Land Rover Engine Manufacturing Centre dekat Wolverhampton, Inggris

Untuk mendukung pengembangan teknologi powertrain dan mesin baru Ingenium, JLR telah menginvestasikan 40 juta poundsterling di fasilitas Whitley Technical Centre.

  (Best Profit Futures)

industri jasa Amerika berkembang kurang dari yang diproyeksikan pada bulan Oktober, konsisten dengan pertumbuhan yang sedang pada sebagian besar perekonomian.

Indeks Institute for Supply Management™s non-manufacturing turun ke 54,8 dari 57,1 pada bulan sebelumnya atau yang terkuat dalam hampir setahun, menurut laporan kelompok yang berbasis di Tempe, Arizona, Kamis ini. Angka diatas 50 menandakan ekspansi. Perkiraan rata-rata dalam survei Bloomberg menyebutkan angka 56. (Best Profit Futures)

Perlambatan dalam pesanan dan tenaga kerja berkontribusi pada hasil yang lebih lemah bagi produsen jasa, yang menyumbang sekitar 90 persen dari perekonomian. Bersama-sama dengan survei pabrik ISM menunjukkan manufaktur berjuang untuk mendapatkan daya tariknya, angka tersebut menggarisbawahi perkiraan pertumbuhan ekonomi yang lebih terukur pada kuartal keempat.

Perkiraan ekonom dalam survei Bloomberg berkisar diantara 53,5-57,4. Perkiraan terbaru ini sejalan dengan rata-rata angka 54,5 untuk sembilan bulan pertama tahun ini.

Survei kelompok non-manufaktur ISM meliputi berbagai industri termasuk utilitas, ritel dan perawatan kesehatan, dan juga faktor-faktor dalam konstruksi dan pertanian.

Indeks pesanan baru jatuh ke 57,7 dari 60, sedangkan Indeks tenaga kerja menurun menjadi 53,1 dari 57,2.

Indeks aktivitas bisnis, yang sejajar dengan indeks produksi pabrik ISM, juga turun menjadi 57,7 dari bulan sebelumnya yang 60,3.

Dalam sebuah tanda bahwa inflasi meningkat, indeks kelompok dari harga yang dibayar naik ke 56,6, tertingginya sejak Agustus 2014, dari 54. (Best Profit Futures)

Sumber dari http://oto.detik.com