PT Best Profit Futures Surabaya

Isu Kenaikan Bunga The Fed Masih Bayangi Gerak Wall Street

Best Profit
Best Profit Futures – Wall Street mampu menguat pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta).

Rencana kenaikan bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (the Fed) masih menjadi pendorong penguatan Wall Street.

Mengutip Reuters, Rabu (7/9/2016), Dow Jones industrial average ditutup naik 46,16 poin atau 0,25 persen ke level 18.538,12. S&P 500 naik 6,5 poin atau 0,3 persen ke angka 2.186,48.

Sedangkan Nasdaq Composite berakhir naik 26,01 poin, atau 0,5 persen ke 5.275,91. Nasdaq Composite mampu mencatatkan rekor tinggi. (Best Profit Futures)

Meskipun harga minyak ditutup melemah, sektor energi dalam indeks S&P 500 masih mampu membukukan kenaikan 1,5 persen.

Pendorong kenaikan sektor energi dalam indeks S&P 500 adalah rencana akuisisi Spectra Energi oleh Enbridge.

Wall Street mampu menguat karena data-data ekonomi yang ada belum mampu mendukung rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral AS.(Best Profit Futures)

Pada pekan lalu, data tenaga kerja yang keluar lebih rendah jika dibandingkan dengan perkiraan. Sedangkan di pekan ini data di sektor jasa yang belum membaik juga menambah berat realisasi rencana kenaikan suku bunga.

“The Fed belum mendapat dukungan dana untuk menaikkan bunga. Jadi kita melihat pasar merayap sedikit lebih tinggi pada perdagangan hari ini,” jela Senior Vice President BB&T Wealth Management, Birmingham, Alabama, Bucky Hellwig.(Best Profit Futures)

Wall Street mendapat keuntungan dengan tertundanya rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral AS ini karena saham tidak perlu bersaing dengan obligasi.

Sedangkan Usul Otoritas Bursa Tambah Broker untuk Tampung Dana Repatriasi

Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berniat menambah perusahaan efek yang dapat menampung dana repatriasi tax amnesty. Oleh karenanya, BEI mengusulkan adanya kelonggaran kriteria perusahaan efek untuk kemudian disetujui Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Hamdi Hassyarbaini mengatakan, kelonggaran tersebut salah satunya menurunkan kriteria modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) dari Rp 75 miliar menjadi Rp 25 miliar.

“Kalau tidak salah Rp 25 miliar dari Rp 75 miliar,” kata dia di Gedung BEI Jakarta, Selasa (Best Profit Futures).

Namun, Hamdi menuturkan perusahaan efek tetap harus mencatatkan laba usaha. Bukan hanya itu, perusahaan efek tetap tidak boleh terkena suspensi.

“Kalau broker disuspensi tidak bisa. Tetap dipakai itu kriteria penting. Pasti kalau pernah disuspensi tidak masuk,” ujar dia.

Hamdi mengatakan, BEI berkomitmen mendukung pemerintah untuk menyukseskan program tax amnesty. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya pemberian diskon transaksi di pasar negosiasi (crossing saham) selama tax amnesty.

Dia mengaku tak takut rugi dengan kebijakan tersebut. Menurut dia, itu akan tertutupi dengan semakin maraknya transaksi. “Kalau diskon tidak. Di sisi lain diskon tapi transaksi meningkat,” tutur dia.(Best Profit Futures)

Sumber : liputan6.com