PT Best Profit Futures Surabaya

Irak Berupaya Tingkatkan Ekspor, Minyak Tertekan

Best Profit

Irak Berupaya Tingkatkan Ekspor, Minyak Tertekan

Best Profit Futures – Minyak jatuh setelah gain jangka terpanjangnya dalam empat tahun terakhir karena Irak berupaya untuk meningkatkan ekspor di tengah bergantungnya persediaan minyak mentah global.

Minyak berjangka turun sebanyak 0,9% di New York setelah naik 16% selama tujuh sesi sebelumnya di tengah spekulasi pembicaraan resmi OPEC bulan depan yang dapat menyebabkan langkah untuk menstabilkan pasar.

Irak akan meningkatkan pengiriman minyak mentahnya sekitar 5% dalam beberapa hari ke depan setelah kesepakatan untuk melanjutkan ekspor dari tiga ladang minyak di Kirkuk.

Pengeboran minyak AS akan menambahkan rig untuk pekan kedelapan, ini merupakan jangka terpanjang sejak April 2014, data Baker Hughes Inc menunjukkan. (Best Profit Futures)

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman September, yang berakhir Senin, turun sebanyak 45 sen menjadi $ 48,07 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 48,25 pada 07:57 pagi di Hong Kong.

Kontrak naik 30 sen menjadi ditutup pada $ 48,52 pada hari Jumat untuk gain hari ketujuh, ini merupakan jangka terpanjang sejak Juli 2012.

Minyak berjangka Oktober turun sebanyak 50 sen menjadi $ 48,61 per barel. Total volume perdagangan sekitar 29% di atas rata-rata 100-hari.(Best Profit Futures)

Selain itu Minyak di Bull Market Menahan Kenaikannya Ditengah Pengurangan Produksi

Minyak bersiap untuk kenaikan mingguan terbesar sejak Maret setelah memasuki bull market di tengah spekulasi bahwa

produsen utama dapat saja melakukan tindakan untuk mengurangi produksi dan terkait penurunan pada stok minyak mentah dan bahan bakar AS.(Best Profit Futures)

Minyak berjangka sedikit berubah di New York setelah menguat hampir 16 persen selama enam sesi sebelumnya.

OPEC berada di jalur untuk menyetujui penurunan produksi karena anggota-anggota terbesarnya mengurangi jumlah pompa,

menurut Chakib Khelil, mantan presiden kelompok tersebut.

persediaan minyak mentah AS mengalami penurunan terburuk dalam lima minggu sampai di 12 Agustus,

sementara stok bahan bakar turun untuk minggu ketiga, menurut data dari Energy Information Administration yang ditunjukkan pada hari Rabu lalu.(Best Profit Futures)

West Texas Intermediate untuk pengiriman September berada di $ 48,32 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 10 sen sen,

pada 08:00 pagi di Hong Kong. Kontrak naik 3,1 persen menjadi berakhir di $ 48,22 pada hari Kamis untuk kenaikan hari keenam, rentang waktu terpanjang sejak April 2015.

Jumlah volume perdagangan sekitar 40 persen di bawah rata-rata 100-harnya. Harga naik sebesar 8,6 persen minggu ini.

Brent untuk pengiriman Oktober kehilangan 2 sen ke $ 50,87 per barel di ICE Futures Europe exchange. Kontrak naik US $ 1,04 atau 2,1 persen,

menjadi berakhir di $ 50,89 per barel pada Kamis,

juga memasuki bull market setelah naik lebih dari 20 persen dari terendahnya di awal Agustus.

Harga naik sebesar 8,3 persen minggu ini. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada $ 1,94 untuk premium WTI pengiriman Oktober.(Best Profit Futures)

Sumber: Bloomberg