PT Best Profit Futures Surabaya

iOS 8 bakal Umbar Aplikasi yang ‘Rakus’

BEST PROFIT FUTURES – Apple telah merilis iOS 8 versi beta 3 kepada developer. Selain perbaikan, ada beberapa fitur kecil namun menarik yang tak sempat diangkat di atas panggung Worldwide Developer Conference (WWDC) 2014.

Salah satunya adalah, pengguna iPhone dapat melihat aplikasi apa saja yang menghabiskan daya tahan baterai paling banyak, sehingga membuat baterai menjadi cepat habis. Tak cuma aplikasi bawaan, namun juga aplikasi pihak ketiga.

Fitur ‘Battery Precentage’ ini memang lebih merinci aplikasi apa saja yang berjalan di iPhone. Di versi sebelumnya, pengguna iDevice hanya dapat melihat pemakaian data di tiap aplikasi di dalam fitur ‘Data Precentage’.  (Best Profit Futures)

Fitur baru ini tentu saja, memberikan pengalaman baru bagi pengguna sekaligus mendapatkan informasi yang sahih, mengapa iPhone milik mereka bisa cepat habis. Demikian yang dikutip detikINET dari Phones Review, Kamis (10/7/2014).

Apa yang dibenamkan oleh Apple ini berarti ‘membunuh’ aplikasi pihak ketiga yang mempunyai kemampuan sejenis, seperti ‘Battery Life Pro’. Namun, setidaknya ini bisa didapatkan secara gratis.

Sejauh ini, Apple sudah menggulirkan iOS 8 untuk versi Beta 3. Artinya, waktu rilis update major ini akan segera terealisasi. Walaupun belum diketahui, kapan iOS 8 versi Gold yang merupakan versi beta akhir akan dirilis.

  (Best Profit Futures)

industri jasa Amerika berkembang kurang dari yang diproyeksikan pada bulan Oktober, konsisten dengan pertumbuhan yang sedang pada sebagian besar perekonomian.

Indeks Institute for Supply Management™s non-manufacturing turun ke 54,8 dari 57,1 pada bulan sebelumnya atau yang terkuat dalam hampir setahun, menurut laporan kelompok yang berbasis di Tempe, Arizona, Kamis ini. Angka diatas 50 menandakan ekspansi. Perkiraan rata-rata dalam survei Bloomberg menyebutkan angka 56.  (Best Profit Futures)

Perlambatan dalam pesanan dan tenaga kerja berkontribusi pada hasil yang lebih lemah bagi produsen jasa, yang menyumbang sekitar 90 persen dari perekonomian. Bersama-sama dengan survei pabrik ISM menunjukkan manufaktur berjuang untuk mendapatkan daya tariknya, angka tersebut menggarisbawahi perkiraan pertumbuhan ekonomi yang lebih terukur pada kuartal keempat.

Perkiraan ekonom dalam survei Bloomberg berkisar diantara 53,5-57,4. Perkiraan terbaru ini sejalan dengan rata-rata angka 54,5 untuk sembilan bulan pertama tahun ini.

Survei kelompok non-manufaktur ISM meliputi berbagai industri termasuk utilitas, ritel dan perawatan kesehatan, dan juga faktor-faktor dalam konstruksi dan pertanian.  (Best Profit Futures)

Indeks pesanan baru jatuh ke 57,7 dari 60, sedangkan Indeks tenaga kerja menurun menjadi 53,1 dari 57,2.

Indeks aktivitas bisnis, yang sejajar dengan indeks produksi pabrik ISM, juga turun menjadi 57,7 dari bulan sebelumnya yang 60,3.

Dalam sebuah tanda bahwa inflasi meningkat, indeks kelompok dari harga yang dibayar naik ke 56,6, tertingginya sejak Agustus 2014, dari 54.  (Best Profit Futures)

Sumber dari http://inet.detik.com