PT Best Profit Futures Surabaya

Investor Asing Beli Saham Sehingga IHSG Berpeluang Menguat

BEST PROFIT FUTURES – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat seiring level resistance dapat ditembus di kisaran 4.871 pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Pergerakan IHSG positif itu dapat terjadi bila didukung sentimen regional positif.

Menurut Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya, pelemahan tipis IHSG pada Kamis 8 Mei 2014 belum menunjukkan tekanan berarti. IHSG yang dapat tembus level resistance 4.871 dinilai memberikan indikasi bagus.

“Kekuatan IHSG semakin meningkat dengan target resistance berikutnya pada 4.903 sebagai yang terdekat semakin berpeluang untuk digapai dan selanjutnya menuju resistance 4.921,” ujar William, dalam ulasannya, Jumat (9/5/2014). (Best Profit Futures)

Ia menuturkan, IHSG yang menguat juga ditunjukkan oleh penutupan IHSG yang tidak di bawah level support 4.854 dapat dikatakan membuat koreksi IHSG sifatnya wajar dan sehat.

Sementara itu, Analis PT Trust Securities, Reza Priyambada menuturkan, IHSG belum berpotensi melanjutkan pelemahan. Hal itumengingat laju IHSG sempat berada di target support 4.825-4.850 namun hanya sempat naik tipis dari kisaran itu. (Best Profit Futures)

“Jika aksi jual dan laju bursa global berbalik melemah tentu akan berpengaruh negatif pada IHSG,” tutur Reza.

Reza memprediksikan, IHSG berada pada rentang support 4.840-4.848 dan resistance 4.880-4.895 pada perdagangan saham Jumat pekan ini.

“Hammer lewati middle bollinger band. MACD masih bergerak landai dengan histrogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic dan William%R kembali flat,” kata Reza. (Best Profit Futures)

Untuk pilihan saham yang dapat menjadi pertimbangan pelaku pasar, Reza memilih saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), dan PT Nippon Indosari Tbk (ROTI).

IHSG ditutup melemah tipis ke level 4.860,89 pada Kamis 8 Mei 2014. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level tertinggi 4.889,05 pada sesi pertama dan level terendah 4.842 saat menjelang akhir sesi pertama.

Pergerakan IHSG kebalikan dengan laju bursa saham Asia yang kembali berada di zona hijau. Sentimen positif dari BI Rate di 7,5% dan rilis kenaikan neraca perdagangan China tidak mampu membuat IHSG menghijau karena dibayangi pelemahan rupiah dan asing kembali melakukan aksi jual. (Best Profit Futures)

Sumber dari bisnis.liputan6.com