PT Best Profit Futures Surabaya

Inilah Sapi 1,55 Ton Sehari Habiskan Rp 50 Ribu

Best Profit Futures – Sapi seharga Rp 100 juta sebagai pemenang kontes sapi dalam Expo Ternak (Exponak) Kabupaten Kediri tahun 2014. Sapi jenis limosin ini memiliki berat hingga 1,55 ton.

Setiap harinya, sapi menghabiskan biaya untuk makanan sebesar Rp 50 ribu rupiah.

Sapi berukuran besar ini milik H. Agus Dwi Widodo (45) warga Desa Tanjung, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Dalam pameran sapi, sapi berbulu

coklat ini berhasil mengalahkan sebanyak 104 sapi pesaingnya dari berbagai jenis. Lalu seperti apa cara merawat sapi raksasa ini? (Best Profit Futures)

H Agus, selaku pemilik sapi mengaku, secara umum memelihara sapinya sama seperti memelihara

hewan ternak lain yaitu, dengan memberikan asupan makanan sehari-hari dan memberikan minum yang cukup.

Hanya saja yang membedakan adalah perhatian lebih terhadap sapinya. Karena memelihara sapi hingga berukuran besar lebih cenderung pada nilai

hobby dan kesenangan bukan sekadar berternak untuk mencari keuntungan semata. Sebab, apabila sapi tersebut dijual dengan takaran daging,

jelas tidak sebanding dengan biaya pemeliharaan yang sudah dikeluarkan. (Best Profit Futures)

“Sehari tidak kurang dari Rp 50 ribu untuk satu ekor sapi.

Biaya itu untuk membeli makanan sapi yang terdiri dari ampas (sisa) produksi tahu,

gandum dan rumput. Belum lagi upah untuk pemeliharanya sendiri,” aku Agus yang juga Kepala Desa Tanjung. (Best Profit Futures)

Agus memiliki lebih dari 10 ekor sapi jenis limusin, dan yang ikut dalam Exponak merupakan sapi yang ukuran tubuh dan beratnya paling besar.

Usia sapi kini telah lima tahun.

Apabila sehari butuh biaya Rp 50 ribu, maka dalam 5 tahun sapi telah menghabiskan biaya hingga Rp 90 juta.

Itupun, belum termasuk upah untuk pemeliharanya. Beberapa orang telah menawar sapi tersebut dengan harga Rp 75-80 juta. Tetapi,

Agus belum bersedia untuk melapasnya. Agus baru bersedia apabila ada pembeli

yang berani membayar Rp 100 juta. (Best Profit Futures)

“Keunggulannya memelihara sapi ini, satu karena hobby dan peternak juga. Ada rasa senang yang jelas, nilai kepuasan dengan melihat

ukuran sapi sedemikian besarnya. Kemarin sebenarnya ada yang

menawar dari tetangga, tetapi cuma nawar-nawar saja,” imbuhnya.

Sapi-sapi ternak milik Agus dipelihara oleh Arif, tetangganya.

Pria berusia 35 tahun ini yang sehari-hari mengurusi pemeliharan sapi.

Arif bekerja mulai pagi hingga sore hari. Dia yang memberikan makan dan minum sapi-sapi limusin itu. (Best Profit Futures)

“Perawatan setiap pagi harus dimandikan, dibersihkan lalu diberikan makanan berupa ampas tahu, gandum dan rumput. Kadang juga dicampur dengan bekatul. Satu ekor sapi, dalam sekali makan tidak cukup satu timba, karena makannya lahap sekali,” kata Arif.

Dengan asupan makan yang cukup, imbuh Arif, sapi akan tumbuh dengan cepat. Perkembangan tubuhnya dapat dilihat dalam kurun waktu bulanan. “Tidak ada badan sapi yang kelihatan kurus. Semua gemuk, karena makannya banyak. Tidak seperti sapi jenis peranakan jawa biasa itu, kadang kurus-kurus, hingga kerongkongannya kelihatan,” imbuh Arif. (Best Profit Futures)

Menurut Arif, sapi jenis limusin hanya cocok untuk kontes. Sehingga, hanya peternak yang memiliki hobbi yang cocok untuk memelihara. Sapi ini tidak cocok untuk peternak yang berorientasi pada penjualan daging. Sebab, biaya operasional yang dikeluarkan tidak sebanding dengan harga jual sapi.

“Kalau diukur dengan daging, tentu tidak mencukupi, sebab sehari pengeluaran untuk sapi tidak cukup Rp 50 ribu. Sapi jenis ini hanya untuk pameran saja. Kalau pun dijual, tentu yang ingin membelinya seseorang atau peternak dengan hobbi yang sama,” terus Arif. (Best Profit Futures)

Bagi Agus, acara seperti Exponak memberi ruang baginya untuk menampilkan sapi-sapi miliknya . Ajang pameran ini sekaligus sebagai wahana bertemu dan bertatap muka dengan para peternak sapi, khususnya sapi kontes untuk bertukar ilmu perihal sapi.

Exponak sendiri merupakan event empat tahunan yang rutin digelar pemerintah Kabupaten Kediri melalui dinas peternakan dan kehewanan. Pada tahun ini, diikuti sebanyak 105 ekor sapi. Yang berbeda dari tahun sebelumnya kontes sapi kali ini juga dihadiri oleh tim eksibisi dari kabupaten lamongan.

Sumber dari http://beritajatim.com/