PT Best Profit Futures Surabaya

Ini yang Terjadi Jika Komet Swift-Tuttle Menabrak Bumi, Kiamat?

Best Profit
Best Profit Futures – Saat masih kecil, seorang anak biasanya membayangkan bintang jatuh atau meteor sebagai sesuatu yang indah dan menakjubkan.

Best Profit Futures – Namun faktanya, pertunjukan langit tersebut berbahaya dan juga mengingatkan kita bahwa, Bumi bukan satu-satunya benda kosmik yang berada di jagat raya. Seperti salah satunya yang dapat terjadi, hujan meteor Perseid. (Best Profit Futures)

Hujan meteor Perseid, yang terjadi setiap tahun di pertengahan Agustus, terjadi ketika Bumi berputar melewati jejak yang ditinggalkan oleh Komet Swift-Tuttle

Dampak Tabrakan Komet terhadap Bumi

Jika komet tersebut menabrak planet manusia, akan menghasilkan energi 300 kali lebih besar dari peristiwa pada Era Cretaceous-Tertiary yang menyebabkan punahnya dinosaurus, 65 juta tahun yang lalu.(Best Profit Futures)

“Akan menjadi hari yang sangat buruk untuk Bumi,” kata Donald.

Namun, menurut seorang ahli geologi di Princton University, Gerta Killer, ukuran komet atau asteroid bukanlah satu-satunya tolak ukur dampak tabrakan kosmik.(Best Profit Futures)

“Tabrakan sebuah komet di daratan ataupun perairan dangkal ‘agak menghancurkan’ wilayah sekitarnya. Tapi kerusakan sesungguhnya berasal dari gas di stratosfer — lapisan ozon,” kata Keller.

Best Profit

Belerang dioksida akan menyebabkan terjadinya pendinginan, dan karbondioksida akan menyebabkan panas berkepanjangan.(Best Profit Futures)

Kejadian seperti ini lebih diantisipasi sebagai penyebab perubahan iklim drastis dan menyebabkan kepunahan di seluruh dunia.

Namun, Keller juga mengingatkan kembali bahwa sebagian besar permukaan Bumi ditutupi lautan. Benturan di laut dalam dapat menyebabkan terjadinya gempa bumi dan tsunami.

“Seperti yang diketahui banyak ilmuwan pada umumnya tentang efek erupsi gunung api bawah laut, dampaknya terhadap atmosfer dapat diredam samudera. Jadi, tabrakan komet dan Bumi tidak akan mengakibatkan kepunahan massal,” ujar Keller.

Para ilmuwan memperhitungkan, Swift-Tuttle akan mendekati Bumi pada 5 Agustus 2126, dengan jarak 60 kali jarak Bulan ke Bumi.

“Objek yang sekarang tidak akan mendekati orbit Bumi lebih dekat dari 130.000 kilometer. Tapi, seiring dengan berjalannya waktu, prediksi tersebut menjadi lemah. Kita tidak bisa memungkiri kemungkinannya dalam 10 ribu tahun mendatang,” kata dia.

Kebimbangan dalam perhitungan ilmuwan itu dipengaruhi oleh perubahan kecil komet pada orbitnya, setiap kali benda tersebut mengitari matahari.(Best Profit Futures)

Contohnya, ketika komet melintas di dekat matahari dan memanas, mengakibatkan gas bertindak sebagai jet pendorong yang mengakibatkan sedikit perubahan lintasan.

“Efek pada Swift-Tuttle sangat sedikit. Hampir diakibatkan oleh massa komet yang sangat besar. Namun, setelah ribuan tahun berlalu, efek yang tidak dapat diprediksi membuat orbit objek kosmik semakin susah ditebak,” kata Donald.

“Kita memiliki banyak asteroid di angkasa sana yang bisa menabrak Bumi. Tapi kemungkinan dampaknya sangat kecil dan tidak perlu terlalu dicemaskan,” sambung sang ahli.(Best Profit Futures)

Sumber : liputan6.com