PT Best Profit Futures Surabaya

Ini yang Bikin Harga Mobil ‘Murah’ Tak Murah Lagi

Best Profit Futures –   Produsen mobil ‘murah’ atau Low Cost and Green Car (LCGC) bersiap-siap menaikkan harga produknya setelah mendapat ruang dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Kenaikan harga LCGC tak bisa dihindari karena beberapa faktor yang membuat biaya produksi LCGC naik.

Dirjen Industri Berbasis Teknologi Tinggi Kemenperin Budi Darmadi mengatakan faktor utama harga LCGC naik karena inflasi.

Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus melemah menyebabkan kenaikan biaya produksi.

Selama ini 60% komponen produk LCGC masih harus diimpor yang memakai dolar AS.(Best Profit Futures)

“Tergantung inflasi, nilai kurs jadi disesuaikan kenaikannya berapa. Tapi besarannya atas persetujuan Kemenperin,” kata Budi di DPR, Jumat (26/9/2014). (Best Profit Futures)

Selain itu, Budi mengatakan karena faktor-faktor tersebut maka sudah wajar bila harga LCGC naik.

Apalagi dari sisi biaya produksi juga naik terutama dari sisi upah tenaga kerja atau kenaikan UMP 2014, hingga listrik.

“Wajar juga kalau harganya naik, kan inflasi, upah naik, biaya-biaya lain lain. Harga mobil biasa aja naik,” katanya.

Menurut Budi, pihaknya hanya akan memberikan rekomendasi kenaikan harga kepada produsen berdasarkan kenaikan inflasi tahunan. Tahun ini kenaikan inflasi sebesar 6,7%.(Best Profit Futures)

“Ya kalau dia (produsen) naiknya 20% sementara inflasi cuma 6,7% nggak wajar, nggak boleh juga,” katanya.

Batas harga (off the road) LCGC selama ini dipatok Rp 95.000.000 + 15 % untuk penambahan teknologi transmisi (otomatis) + 10% safety.(Best Profit Futures)

Kenaikan harga hanya dibolehkan kepada produsen yang telah meluncurkan produknya sedikitnya 12 bulan, saat ini yang sudah memenuhi ketentuan itu yaitu Daihatsu dan Toyota.

Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian No 33/M-IND/PER/7/2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau.(Best Profit Futures)

Permenprin ini merupakan turunan dari program mobil emisi karbon rendah atau low emission carbon (LEC) yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013 tentang

Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah.

 (Best Profit Futures)

Sumber dari http://finance.detik.com