PT Best Profit Futures Surabaya

Ini Wilayah Kaya Susu Segar di Indonesia

Best Profit Futures – Produksi susu segar di Indonesia mayoritas masih diproduksi di Pulau Jawa. Direktur Budidaya Ternak Ruminansia Kementerian

Pertanian Fauzi Lutan mengungkapkan dari 690.000 ton produksi susu segar di Indonesia, mayoritas diproduksi di Pulau Jawa.

“Jadi 95% produksi susu segar di Indonesia masih tekonsentrasi di Pulau Jawa,” kata Fauzi saat memberikan pemaparan kepada media di

Gedung Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (4/06/2014).  (Best Profit Futures).

Salah satu sebabnya adalah karena dari populasi sapi perah di Indonesia saat ini yang berkisar hingga 470.000 ekor, 95% tersebar di Pulau Jawa seperti Jawa Barat,

Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Sedangkan sisanya mayoritas tersebar di beberapa provinsi di Indonesia seperti Sumatera Barat dan Sulawesi Selatan

“Kemudian ada pengembangan sapi perah di Sulawesi Selatan seperti Kabupaten Sinjai, dan Kabupaten Goa seluruhnya ada 5 Kabupaten yang mengembangkan sapi perah.

Di Sumatera Barat juga ada Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Panjang,” imbuhnya. (Best Profit Futures).

Sementara itu, menurut data Kementerian Pertanian, kebutuhan bahan baku susu segar dalam negeri (SSDN) untuk susu olahan saat ini sekitar 3,3 juta ton per tahun,

dengan pasokan bahan baku susu segar dalam negeri 690 ribu ton per tahun (21%) dan sisanya sebesar 2,61 juta ton (79%) masih harus diimpor dalam bentuk skim milk powder,

anhydrous milk fat, dan butter milk powder dari berbagai negara seperti Australia, New Zealand, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

“Konsumen susu kita di dalam negeri tidak boleh tidak terlayani.

Maka impor susunya kita buka. Kalau kita ingin kurangi impor kita harus bekerja lebih keras lagi meningkatkan industri persusuan di dalam negeri,” cetusnya. (Best Profit Futures).

Catatan lainnya perkembangan ekspor dan impor produk olahan susu tahun 2011-2013 adalah sebagai berikut. Pada 2011,

ekspor produk olahan susu mencapai 43.486 ton atau setara US$ 83,582 miliar, tahun 2012, ekspor produk olahan susu mencapai 48.319 ton atau

US$ 80,144 miliar, tahun 2013, ekspor produk olahan susu mencapai 51.433 ton atau US$ 79,871 miliar.

Sedangkan impor produk olahan susu pada tahun 2011-2013 adalah sebagai berikut. Pada 2011 impor mencapai 65.388 ton atau setara US$ 243,407 miliar,

tahun 2012, impor sebesar 144.235 ton atau setara US$ 387,196 miliar, dan di tahun 2013 impor mencapai 144.285 ton atau setara US$385,633 miliar. (Best Profit Futures).