PT Best Profit Futures Surabaya

Ini Bedanya Tol Atas Laut Bali dan Kalimantan

Best Profit Futures –  Salah satu perusahaan konstruksi pelat merah, PT Waskita Karya Tbk (Persero), akan membangun jalan tol atas laut di Kalimantan. Saat ini sudah ada tol atas laut yang dibangun oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu Tol Bali Mandara.

Apa beda antara kedua tol ini? Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan tol atas laut di Kalimantan akan lebih panjang, yaitu lebih dari 12 km. Saat ini tol Bali Mandara punya panjang 12,7 km.

Tol ini juga akan menghubungkan Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, berbeda dengan Tol Bali yang hanya menghubungkan Bali bagian utara dan selatan. (Best Profit Futures)

Tol di Kalimantan ini akan digarap oleh hanya satu BUMN, yaitu emiten berkode WSKT, sementara tol Bali Mandara dikerjakan oleh konsorsium BUMN.

Kedua tol ini sama-sama tidak membutuhkan dana dari pemerintah alias dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Nilainya proyeknya lebih malah tol atas laut Kalimantan sebesar Rp 5 triliun, sedangkan Bali Mandara hanya Rp 2,4 triliun.

Menurut Dahlan, tingkat kesulitannya lebih tinggi tol Kalimantan karena melintasi laut yang lebih dalam. Harus ada bentang bebas pilar sampai 400 meter. Juga harus ada dua bentang lagi yang panjangnya masing-masing melebihi 200 meter. (Best Profit Futures)

“Jembatan ini akan menghubungkan kota Balikpapan dengan kota Panajam, dan sekaligus menghubungkan Kaltim dan Kalsel,” kata Dahlan dalam keterangan tertulisnya.

Persiapan perencanaan proyek sudah dilakukan tiga bulan lalu oleh Waskita Karya. Perusahaan pelat merah itu bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Panajam Paser Utara, Pemerintah Kota Balikpapan, dan Pememerintah Provinsi Kaltim.

Dahlan menambahkan, pekan lalu Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto sudah mengeluarkan persetujuan untuk Waskita Karya sebagai inisiator proyek ini. Jika tidak ada aral melintang, pembangunan fisik jembatan ini sudah bisa dimulai Oktober mendatang. (Best Profit Futures)

Sumber dari http://finance.detik.com