PT Best Profit Futures Surabaya

Ini Alasan Hotel Mau Terima Transaksi Pakai Dolar

Best Profit Futures –  Fenomena penggunaan mata uang asing/valuta asing (valas) di dalam negeri tak hanya di wilayah perbatasan Indonesia. Sektor perhotelan di dalam negeri salah satu yang masih menerima valas asing untuk biaya sewa kamar.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) wilayah Bali Perry Markus mengatakan secara umum para pengelola hotel tak membuat kebijakan menerima valas bagi tamu asing yang akan menginap. Namun dalam beberapa kasus tertentu, valas asing diterima oleh pengelola hotel karena beberapa faktor. (Best Profit Futures)

“Jadi kebijakan pengelola hotel untuk menerima valas asing secara umum tak ada,” katanya kepada detikFinance, Rabu (28/5/2014)

Menurut Perry, para pengelola sudah tahu betul soal ketentuan perudangan, bahwa dalam UU No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, mengamanatkan bahwa semua transaksi di seluruh wilayah Indonesia wajib menggunakan rupiah.

Pihaknya mengaku kerap melakukan pengawasan ke hotel-hotel bersama Kepolisian untuk memantau keberadaan money changer berizin Bank Indonesia di hotel-hotel yang ada di Bali. Tujuannya agar para tamu asing yang membawa valas bisa menukar uang, sehingga bisa bertransaksi memakai rupiah. (Best Profit Futures)

“Biasanya di hotel-hotel ada money changer, praktik umum rata-rata kebanyakan sudah ditukar,” tegas Perry.

Namun ia tak menutup mata, dalam praktiknya di lapangan, para tamu asing untuk kasus tertentu boleh memakai valas di hotel dalam negeri, terutama di Bali. Biasanya ini terjadi karena ada oknum resepsionis hotel yang ingin mendapatkan keuntungan dari selisih kurs sehingga menerima valas. Untuk itu, pengelola hotel diminta melakukan pengawasan ketat terhadap bagian front office. (Best Profit Futures)

“Kalau terima valas risikonya banyak, secara umum jarang menerima valas karena risiko dolarnya palsu,” katanya.

Selain itu, penyebab sebuah hotel menerima valas karena kondisi tertentu seperti ada tamu yang datang saat tengah malam, namun money changer di hotel sudah tutup.

“Saat tertentu money changer tak buka 24 jam, kalau sudah begini valas diterima buat deposit, tapi kalau hotel yang bagus, si tamu diminta ditukar lagi saat pagi hari, memang kadang menyulitkan tamu,” katanya.

Perry juga menambahkan banyak hotel di Bali menetapkan rate bernominasi valas seperti dolar AS. Tujuannya untuk mempermudah tamu asing membaca tarif hotel yang dipatok. (Best Profit Futures)

“Biasanya rate dolar untuk mempermudah, biar tamu mudah saja, tapi saat transaksi tetap pakai rupiah,” katanya.

(Best Profit Futures)

Sumber dari http://finance.detik.com