PT Best Profit Futures Surabaya

Inflasi Juli Ditargetkan di Bawah 1 Persen

BEST PROFIT FUTURES – Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung menargetkan inflasi Juli masih di bawah 1 persen. “Sebab inflasi di bulan Juli mempunyai efek luar biasa,” ujarnya di Jakarta, Selasa, 1 Juli 2014.

Menurut Chairul, inflasi Juni-Juli kerap mencatatkan persentase yang cukup signfikan. Saat itu, biasanya beriringan dengan momentum Idul Fitri dan

tahun ajaran baru di sekolah. “Ini pendorong inflasi luar biasa, dua pekerjaan rumah ini tidak mudah untuk kita,” ujarnya.

Namun pemerintah merasa beruntung bahwa laju inflasi Juni hanya 0,43 persen inflasi tahunannya sebesar 6,7 persen. Angka itu terbilang paling rendah kecil dalam lima tahun terakhir untuk periode yang sama.

    (Best Profit Futures )

Chairul mengatakan, catatan rendahnya inflasi Juni tahun ini merupakan kerja keras pemerintah dalam mengendalikan sejumlah harga bahan pokok.

“Sekarang pekerjaan rumah kita bagaimana mengontrol inflasi di bulan Juli yang mempunyai efek luar biasa,” kata dia.

    (Best Profit Futures )

Untuk menekan hal itu, ujar Chairul, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan dalam negeri, sementara inflasi dari sektor pendidikan,

cukup sulit ditanggulangi. “Tidak bisa dihindari itu, makanya kita inginkan stabilitas yang ada (harga pangan) saja,” ujarnya.

    (Best Profit Futures )

Emas jatuh, bergabung dengan penurunan pada aset haven lainnya, setelah Federal Bureau of Investigation mengatakan bahwa mereka

mempertahankan pandangan bahwa penanganan Hillary Clinton untuk e-mailnya bukan merupakan kejahatan sehingga menguatkan suara Demokrat pada masa akhir kampanye pemilihan presiden AS .

Bullion untuk pengiriman segera jatuh 1,3 persen ke level $ 1,288.11 per ounce dan diperdagangkan di level $ 1,292.38 pada pukul 8:20 pagi waktu Singapura.

Pekan lalu, logam melonjak 2,3 persen di tengah kekhawatiran capres dari partai Republik Donald Trump mungkin akan memimpin Gedung Putih,

dengan Citigroup Inc memprediksi emas akan reli ke level $ 1.400 jika Donald Trump memenangkan pilpres.

Harga emas telah diperdagangkan dalam beberapa pekan terakhir sebagai barometer peluang Trump memenangkan pilpres bahkan di saat investor juga melacak data AS

untuk mengukur kemungkinan suku bunga yang lebih tinggi.

FBI tetap berpendapat bahwa penanganan Clinton untuk e-mailnya di saat dia menjabat sebagai sekretaris negara bukan merupakan kejahatan, direktur biro,

James Comey, mengatakan dalam sebuah surat. Pada 28 Oktober silam, Comey mengatakan FBI kembali memeriksa e-mail baru terkait Clinton sehingga menggolakan pemilu dan mengangkat harga emas.

Emas jatuh pada hari Senin di Asia bersama dengan yen dan Swiss franc, sementara ekuitas dan berjangka ekuitas naik dikarenakan investor

mengkalibrasi ulang harapan mereka untuk pilpres setelah intervensi kedua dari FBI. Pemilih AS akan melakukan pergi ke bilik suara pada hari Selasa.

Menambah tekanan untuk bullion, Departemen Tenaga Kerjan AS Jumat lalu melaporkan bahwa tingkat pengangguran turun sementara penghasilan

per jam naik lebih tinggi sehingga meningkatkan prospek untuk kenaikan suku bunga. Federal Reserve Bank of Atlanta Presiden Dennis

Lockhart mengisyaratkan bank sentral berada di trek untuk menaikkan suku bunga bulan depan, memberikan ketiadaan intervensi bagi para pembuat kebijakan untuk menunda kenaikan.   (Best Profit Futures )

Sumber dari http://www.tempo.co