PT Best Profit Futures Surabaya

Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah Konstruksi Se-ASEAN

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Indonesia kembali menjadi tuan rumah penyelenggara pameran dan konferensi konstruksi di Asia Tenggara. Acara tersebut diberi nama “Concrete Show South East Asia 2014”.

Pameran ini merupakan platform yang tepat bagi para pemain di industri konstruksi, baik di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara,

untuk memperluas jaringan dan mengembangkan bisnisnya. Concrete Show South East Asia

diselenggarakan selama tiga hari, mulai 15-17 Oktober 2014 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum, pasar konstruksi Indonesia mencapai 35 persen atau senilai Rp500 triliun dari nilai konstruksi di ASEAN.

Pameran ini akan memamerkan berbagai macam produk jasa dan teknologi beton dan konstruksi seperti concrete mixer,

batching plant, mesin bata ringan, dan teknologi besi beton pra cetak (BEST PROFIT FUTURES).

“Saya sangat mendukung tentunya. Pembangunan infrastruktur dengan income negara sangat tinggi korelasinya. Pangsa semen dan precast di Indonesia sangat besar ,”

kata Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Darak di JIEXPO Kemayoran di Jakarta, Jumat (17/10/2014).(BEST PROFIT FUTURES).

Ke depan, penggunaan beton precast dapat diharapkan berkembang di Indonesia karena dapat menghemat produksi dan juga ramah lingkungan.

Pameran ini diselenggarakan oleh UBM Asia, yang diikuti oleh 200 perusahaan dari 23 negara.

“Ini kesempatan besar untuk memperluas industri insfrastruktur sehingga pameran ini menjadi penting untuk meningkatkan

kemampuan dan kualitas bangunan dimana semua pemain utama global di industri ini berkumpul dan berinteraksi,” kata Senior Vice President UBM Asia, Christopher Eve (BEST PROFIT FUTURES).

Menurut data dari Asia Construction Outlook, Indonesia adalah pasar jasa konstruksi tebesar di ASEAN dengan nilai USD267 miliar, dan pasar jasa konstruksi paling menguntungkan di ASEAN dan nomor dua terbesar di Asia.

 (BEST PROFIT FUTURES).

Saham Jepang berfluktuasi terkait turunnya Nintendo Co untuk hari kedua menjelang laporan laba babak pertama, sementara Astellas

Pharma Inc mendukung kenaikan saham produsen obat karena investor

mengalihkan perhatian mereka ke neraca perusahaan seiring musim pelaporan yang masuk ke ayunan penuh.

Indeks Topix turun 0,2 persen pada istirahat perdagangan di Tokyo, setelah diperdagangkan di kisaran ketat yang memperlihatkannya mendapatkan gain sebesar 0,1 persen. (BEST PROFIT FUTURES).

Tentang jumlah yang sama pada saham naik maupun jatuh. Investor mengalihkan fokus mereka ke pendapatan untuk

mengukur kesehatan Jepang Inc, dengan lebih dari 350 perusahaan di Topix yang bersiap untuk menyerahkan laporannya minggu ini, termasuk pembuat presisi-motor Nidec Corp pada hari Senin

Sumber dari http://economy.okezone.com