PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; Imbas dari Brexit Hambat Risk Appetite, Bursa Jepang Dibuka Turun

Best Profit FuturesBest Profit Futures

Best Profit Futures – Bursa saham Jepang dibuka turun karena kekhawatiran atas dampak dari keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa terus menghambat risk appetite atau minat terhadap aset berisiko.

Indeks Topix tergelincir 1,5 persen menjadi 1,207.27 pada pukul 09:14 pagi di Tokyo, dengan semua kecuali satu dari 33 kelompok industri yang melemah. Indeks tersebut pada Senin kemarin menguat untuk menutup beberapa kerugian setelah turun 7,3 persen pada hari Jumat, penurunan terbesar satu hari sejak Maret 2011. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 1,3 persen menjadi 15,111.35. sementara Indeks MSCI All Country World turun 2,2 persen pada hari Senin dengan saham dari Inggris hingga AS mengalami kemerosotan.

Investor mempertimbangkan yen sebagai petunjuk terkait lintasan dari saham Jepang. Mata uang yen melonjak terhadap semua mata uang utama pada hari Jumat setelah Inggris mengejutkan pasar dengan keluar dari Uni Eropa, membuat para pedagang untuk mencari sekuritas yang aman dan meninggalkan aset berisiko. Mata uang Jepang diperdagangkan 0,2 persen lebih kuat di level 101,79 terhadap greenback pada hari Selasa. Setiap keuntungan satu yen terhadap dolar akan mengurangi keuntungan operasi pembuat mobil sebesar 84.9 miliar yen ($ 833 juta), menurut Nomura Holdings Inc.(Best Profit Futures)

Selain itu Harapan Bahwa Stimulus Dapat Imbangi Kegaduhan Brexit Antar Bursa Asia Turun

Bursa saham Asia dibuka melemah setelah mengalami reli pada Senin kemarin karena ketidakpastian seputar jalan keluar Inggris dari Uni Eropa dibayangi optimisme bahwa bank sentral akan bergerak untuk menopang kepercayaan.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,9 persen menjadi 124,66 pada pukul 09:05 pagi di Tokyo. Indeks Topix Jepang turun 1,6 persen karena yen diperdagangkan di level 101,71 per dolar. Peringkat kredit Inggris diturunkan oleh S&P Ratings Global, dan Fitch Ratings juga menurunkan peringkat negara tersebut, vonis terbaru terkait keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa yang telah meninggalkan kelumpuhan politik dan ekonomi.

Investor bergulat dengan potensi pertumbuhan global yang lebih lambat setelah keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa tanpa jalan dan waktu yang jelas. Lebih dari $ 2,5 triliun telah dihapus dari nilai saham global sejak hari pemungutan suara pada Kamis lalu.

Kerugian akan kembali ke saham-saham Asia setelah pada hari Senin rebound dari kemerosotan terbesarnya sejak Agustus. Investor mengawasi dengan cermat untuk tanda-tanda bahwa bank sentral akan membantu meringankan gejolak pasar. Di Jepang, Perdana Menteri Shinzo Abe mengeluarkan instruksi untuk menenangkan pasar, pada hari Senin. Menteri Keuangan Britania Raya George Osborne berusaha untuk meyakinkan pasar keuangan dengan mengatakan rencana darurat berada di tempat untuk menopang perekonomian Inggris.

Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,5 persen. Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,9 persen. Kontrak pada Indeks FTSE China A50 turun 0,8 persen dan kontrak pada indeks Hang Seng Hong Kong turun 1,9 persen di sebagian besar perdagangan terakhir.(Best Profit Futures)

Sumber: Bloomberg