PT Best Profit Futures Surabaya

IHSG Masih Tunjukan Kenaikan Jelang Putusan MK

Best Profit – Jelang hasil putusan sengketa hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 oleh Mahkamah Konstitusi hari ini, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpola uptrend.

Support saat ini berada pada level 5.160 dan target resistance terdekat berada pada level 5.236,”

ucap Reseacrh Department Asjaya Indosurya Securities Wiiliam Suryawijaya di Jakarta, Kamis (21/8/2014).

William menambahkan, jika terjadi koreksi sehat pada IHSG adalah kesempatan untuk investor jangka panjang untuk

melakukan akumulasi dikarenakan secara timeframe investasi jangka panjang IHSG masih uptrend.

Menurut William, IHSG kembali mengukir level baru untuk tahun 2014 dengan mencetak

level tertinggi pada penutupan perdagangan, dibarengi oleh capital inflow yang cukup memadai.

“Ini menunjukkan bahwa potensi kenaikan IHSG untuk melampaui level resistance tertingginya sepanjang masa akan segera terlaksana,” paparnya.

  (Best Profit)

Minyak mengalami kerugian mendekati penutupan terendah dalam lebih dari sebulan terakhir sebelum rilis data pemerintah AS

mingguan yang diperkirakan akan menunjukkan stok minyak mentah diperluas, yang dapat memicu semakin melimpahnya pasokan.

Kontrak sedikit berubah di New York setelah merosot 3,8 % pada hari Senin, yang terbesar sejak 23 September. Persediaan minyak mentah naik 1,5 juta barel pada pekan lalu,

menurut survei Bloomberg sebelum laporan Energy Information Administration pada hari Rabu.

Harga bensin melonjak setelah terjadi sebuah ledakan dan api di Alabama menutup lini utama dari pipa terbesar untuk bahan bakar di AS.

Harga minyak mentah telah anjlok lebih dari 5,5 % sejak Organisasi Negara Pengekspor Minyak pada Jumat lalu gagal menyepakati

kuota negara sebagai bagian dari pelaksanaan perjanjian pengurangan produksi kelompok yang tercapai pada bulan September.

Rusia, yang menegaskan pada hari Sabtu bahwa kesediaannya untuk membekukan output sebagai bagian dari kesepakatan OPEC,

diatur untuk meningkatkan produksi ke level tertinggi dalam hampir 30 tahun terakhir, menurut data pemerintah awal.

West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember berada di level $ 46,93 per barel di New York Mercantile Exchange,

naik 7 sen, pada pukul 08:12 pagi waktu Hong Kong. Kontrak turun $ 1,84 ke level $ 46,86 per barel pada hari Senin. Harga minyak WTI melemah 2,9 % pada bulan lalu.

Bahan bakar berjangka untuk pengiriman Desember di Nymex meningkat sebanyak 21,56 sen atau 15 %, ke level $ 1,6351 per galon setelah menetap di level $ 1,4195 pada hari Senin.

Brent untuk pengiriman Januari menguat 20 sen ke level $ 48,81 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Kontrak untuk bulan Desember yang berakhir hari Senin setelah jatuh $ 1,41 atau 2,8 %, ke level $ 48,30 per barel. Bulan depan harga turun 1,6 % pada Oktober.

Minyak mentah acuan global dengan premi sebesar $ 1,25 dibandingkan minyak mentah WTI di bulan Januari. (Best Profit)

Sumber dari http://economy.okezone.com/