PT Best Profit Futures Surabaya

IHSG Hadapi Fase Konsolidasi

Best Profit Futures – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan menghadapi fase konsolidasi.

“Secara umum IHSG berada dalam fase konsolidasi sembari menunggu moment rally naik berikutnya,” ungkap Research Departement Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya di Jakarta, Kamis (22/5/2014). (Best Profit Futures)

Dia menambahkan, keberhasilan IHSG menutup perdagangan diatas level resistance 4.903, memberikan gambaran bahwa kekuatan naik belum berkurang.

“Potensi menuju resistance berikutnya pada 4.968 semakin terbuka lebar dan support saat ini berada pada 4,898 yang seharusnya akan terjaga cukup kuat,” sebutnya.

(Best Profit Futures)

Selain itu, IHSG akan terkonfirmasi lepas dari konsolidasi pendek saat ini jika mampu berada diatas level resistance 5.003. (Best Profit Futures)

Dolar jatuh dari lima bulan terhadap yen terkait spekulasi bahwa pemerintah AS akan melihat kekuatan baru mata uang tersebut sebagai ancaman bagi pertumbuhan ekonomi.

Indeks greenback turun untuk pertama kalinya sejak 8 November, hari terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS berikutnya.

Spekulasi Trump akan memacu inflasi dengan meningkatkan belanja fiskal memicu lonjakan imbal hasil Treasury pekan lalu,

meningkatkan kesenjangan mereka untuk obligasi Jepang yang terbesar dalam hampir tiga tahun terakhir. Dolar telah menguat terhadap semua kecuali satu dari

16 mata uang utama selama seminggu terakhir karena kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan depan naik di atas 90 persen.

Dolar jatuh 0,5 persen menjadi 107,90 yen pada pukul 10:02 pagi di Tokyo dari Senin, ketika naik ke 108,54, level terkuat sejak 3 Juni.

Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang melacak mata uang dolar terhadap 10 mata uang utama, turun 0,2 persen, menghentikan kenaikan empat hari sebesar 3,2 persen.

Indeks tersebut melonjak 2,8 persen pada pekan lalu, terbesar sejak September 2011.

Probabilitas The Fed akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember naik menjadi 92 persen dari 84 persen pada 8 November.

Presiden The Fed Richmond Jeffrey Lacker mengatakan bahwa outlook fiskal yang lebih stimulatif biasanya menjamin tingkat kebijakan yang lebih tinggi.

Berbicara dengan wartawan sebelum pidato di Chestertown, Maryland, Lacker juga mengatakan pemilu

tampaknya telah menggeser harapan terhadap kebijakan fiskal, meskipun masih ada banyak yang harus di pelajari.

Sumber dari http://economy.okezone.com