PT Best Profit Futures Surabaya

IHSG Dibuka Menguat Tipis ke 5.148

Best Profit Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampaknya mulai tunjukan penguatan. IHSG dibuka menguat 11 poin ke 5.148,57.

Pagi ini, sebanyak 15 saham menguat, 14 saham melemah, dan 16 saham stagnan.

IHSG membuka pedagangan dengan transaksi sebesar Rp18,69 miliar dari 4,6 juta lembar saham yang diperdagangkan.

Indeks LQ45 naik 2,97 poin ke 876,04, Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,36 poin ke 688,98,

indeks IDX30 turun 0,79 poin atau 0,2 persen ke 446,61, dan indeks MNC36 turun 0,39 poin atau 0,1 persen ke 269,43.

Sektor penggerak IHSG mayoritas berada di zona hijau, dengan sektor perkebunan naik 12.55 poin serta infrastruktur naik 4,16 poin. Sedangkan, sektor perdagangan turun ke 4,31 poin.

Di Asia bursa saham menghijau, dengan Nikkei Indeks Nikkei di posisi 16.173,52. Sedangkan Hangseng turun 1,30 persen di 22.932. (Best Profit Futures)

Adapun saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp100 ke Rp16.325,

saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) naik Rp75 ke Rp Rp6.275, dan saham PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) naik Rp35 ke Rp1.100.

Sedangkan saham-saham yang bergerak di jajaran top losers,

antara lain saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) turun Rp225 ke Rp12.975,

saham PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp125 ke Rp7.325,

dan saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turun Rp125 ke Rp5.375.

 (Best Profit Futures)

Sebagian besar saham-saham di Asia melemah, mengikuti penurunan pada ekuitas AS, terkait jatuhnya perusahaan energi dengan minyak dan laba dari Apple Inc.

yang mengecewakan sehingga membebani pemasok di wilayah ini. (Best Profit Futures)

Indeks MSCI Asia Pacific turun kurang dari 0,1 persen ke 140,40 pada 09:06 pagi di Tokyo, dengan lebih dari dua saham jatuh untuk setiap saham yang naik.

Perusahaan energi memimpin kerugian di antara 11 kelompok industri lainnya, sementara Samsung Electronics Co melemah

setelah Apple melaporkan penurunan harga untuk smartphone dan meramalkan profitabilitas yang lebih rendah dari perkiraan selama masa liburan.

Indeks Topix Jepang turun terkait penguatan yen menguat, sedangkan data menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan konsumen AS turun lebih dari perkiraan pada bulan Oktober.(Best Profit Futures)

Sumber dari http://economy.okezone.com/