PT Best Profit Futures Surabaya

IHSG Berpotensi Melemah Terbatas, Simak 8 Saham Pilihan Ini

Best Profit
Best Profit Futures – Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah tapi terbatas pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Hal itu lantaran sepi sentimen baik internal dan global.

Kepala Riset PT NH Korindo Securities Reza Priyambada menuturkan rencana bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga telah mempengaruhi laju IHSG sejak awal pekan hingga menekan IHSG.

Namun Reza menilai sentimen the Fed mulai berkurang pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Selain itu, Reza menilai dari internal sepi sentimen. Pelaku pasar menanti rilis data makro ekonomi pada awal bulan. Dengan melihat kondisi itu, Reza memperkirakan laju IHSG melemah terbatas.

“IHSG akan bergerak di kisaran support 5.312-5.399 dan resistance 5.391-5.416,” ujar Reza saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (Best Profit Futures).

Sementara itu, Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan IHSG sedang bergerak dalam fase konsolidasi. Ia menilai, pola pergerakan masih terlihat cukup kuat untuk mempertahankan level support.

“Level support 5.340 sedang diuji kekuatannya di tengah masa jelang pergantian bulan. Pola pergerakan masih terlihat cukup kuat dapat mempertahankan level support dengan potensi menggapai resistance 5.477,” jelas dia.

Untuk rekomendasi saham, Reza memilih sejumlah saham yang dapat diperhatikan pelaku pasar antara lain PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). “Trading buy untuk saham-saham tersebut,” ujar Reza.(Best Profit Futures)

Sedangkan William memilih saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI)

Sedangkan Setelah Tertekan, IHSG Mencoba Bangkit

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan variatif dengan kecenderungan menguat pada perdagangan saham hari ini. Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan IHSG bergerak di support 5.350 dan resistance 5.455.

IHSG mencoba naik setelah mengalami pelemahan cukup dalam pada perdagangan Senin lalu (29/8/2016). Pada perdagangan saham kemarin IHSG melemah 68,07 poin atau 1,25 persen ke level 5.370,76.

IHSG tertekan lantaran investor asing melakukan aksi jual bersih yang tercatat Rp 151,4 miliar.

“Efek yang cukup signifikan dari hasil pidato The Fed yang mengarah pada kenaikan suku bunga bulan September menjadi faktor utama penekan IHSG,” kata dia di Jakarta, Selasa (Best Profit Futures).

Sumber : Liputan6.com