PT Best Profit Futures Surabaya

IHSG akan menguji support 4.921

Best Profit Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak kuat melaju di sesi pertama perdagangan. Indeks rehat pukul 12.00 dengan pelemahan 0,33% atau 16,17 poin ke 4925,98.

Melihat koreksi yang terjadi, analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya memprediksi indeks indeks akan menguji level support 4.921 untuk sesi kedua nanti. Ini merupakan bekal IHSG untuk kembali berbalik arah.

Sementara, resistance 4.971 tetap menjadi acuan IHSG untuk digapai. “Secara umum, IHSG masih dalam pola uptrend dan perjalanan naik selalu diiringi oleh koreksi sehat,” tambah William, (4/6).

Untuk sesi kedua nanti, dia merekomendasikan saham ASII, ADRO, INDF, MPPA, AKRA, HEXA, IBST, KAEF, dan WIKA. (Best Profit Futures).

Sementara Riset Henan Putihrai siang ini menjelaskan, pelemahan yang terjadi selain lantaran bursa global yang variatif juga dipicu oleh aksi wait and see pelaku pasar seiring dengan dimulainya masa kampanye presiden.

Namun, pelemahan yang terjadi hingga sesi pertama belum menimbulkan sinyal yang terlalu negatif. Sebab, IHSG masih mampu bertahan di atas Support Mid-BBands pada kisaran level 4.925.

Support 4.910 juga belum tertembus. Sehingga, peluang IHSG untuk berbalik arah untuk mengapai resistance 4.945 masih terbuka lebar untuk sisa perdagangan kedepan. (Best Profit Futures).

Minyak mempertahankan kerugian didekat penutupan terendah dalam tujuh minggu karena Iran meningkatkan produksinya dan karena produsen minyak AS meningkatkan jumlah rig aktif untuk yang terbesar sejak Februari, menandakan bertahannya kelimpahan pasokan global.

Minyak berjangka naik 0,4 persen di New York setelah jatuh 4,1 persen selama dua sesi sebelumnya. Produksi dari tiga lading di Iran barat meningkat menjadi sekitar 250.000 barel dalam sehari dari 65.000 barel pada tahun 2013, lebih cepat dari yang diharapkan, berita dari kementerian minyak Shana melaporkan pada hari Minggu. Rig AS menargetkan minyak mentah naik 2 hingga 452 pada pekan lalu, menurut data dari Baker Hughes Inc. pada hari Jumat, karena peningkatan efisiensi pengeboran telah memungkinkan produsen minyak untuk terus memperluas kerja ladang minyak.

Minyak tergelincir di bawah $ 45 per barel menyusul kegagalan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada bulan lalu menyepakati kuota produksi untuk masing-masing negara.

Target harus disepakati sebelum kesepakatan kelompok untuk memotong produksi dapat diselesaikan pada pertemuan 30 November mendatang.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih mengatakan pada akhir pekan bahwa anggota harus setuju untuk menerapkan

penurunan produksi yang diusulkan untuk membantu menyeimbangkan pasar. (Best Profit Futures).

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember berada di level $ 43,57 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 16 sen, pada pukul 11:06 siang di Sydney. Total volume perdagangan sekitar 45 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Minyak Brent untuk pengiriman Januari berada di $ 44,86 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, naik 11 sen. Minyak mentah acuan global diperdagangkan sampai Januari lebih besar 61 sen dari WTI.

Kegagalan OPEC untuk melaksanakan kesepakatan bisa menyeret turun minyak mentah ke level $ 35 per barel, sementara kesuksesan pada pertemuan kelompok di Wina dapat mendorong minyak ke $ 60, kata ketua eksekutif PIRA Energy Group, Gary Ross. (Best Profit Futures).

Sumber dari http://investasi.kontan.co.id