PT Best Profit Futures Surabaya

Ical Bakrie Temui Jokowi Bahas RAPBN

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Ketua Umum Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pertemuan ini membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015.

“Mencoba kepada rekan di fraksi Golkar untuk dapat menyelesaikan RAPBN-P menjadi APBN-P 2015 sebelum tanggal 18 Februari,” ucap pria yang sapa dipanggil Ical di Istana Negara, Jakarta, Selasa (BEST PROFIT FUTURES).

Ical menjelaskan, dengan penyelesaian APBN-P 2015 ini sangat penting untuk memberi kepastian hukum bagi dikeluarkannya anggaran-anggaran tambahan khususnya bagi infrastruktur.

“Kedua bagi penyertaan dari modal pemerintah, dana bantuan sosial dan program-program lainnya. Tentu anggaran pendidikan karena

kalau bertambahnya anggaran tentu bertambahnya anggaran pendidikan. Saya menyampaikan beberapa masalah,” paparnya.

Ical menambahkan, Presiden Jokowi nantinya akan meminta kepada para menteri dan stafnya untuk melakukan pembicaraan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Pemerataan juga harus baik karena itu program untuk pemerataan yang bukan saja konsumtif tetapi juga program yang produktif seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan PNPM, saya menghimbau kepada bapak Presiden untuk tetap memberlakukannya kembali,” paparnya.

Minyak diperdagangkan mendekati level $ 50 per barel seiring data pemerintah AS menunjukkan stok minyak mentah turun untuk minggu kelima sehingga memangkas pemangkasan stok yang ada.

Minyak berjangka turun 0,3 persen di New York setelah naik 2,3 ‹‹persen hari Rabu untuk mendapatkan penutupan tertinggi dalam lebih dari tiga bulan.

Stok minyak mentah turun di bawah 500 juta barel untuk pertama kalinya sejak Januari setelah stok turun 2,98 juta barel pekan lalu,

Administrasi Informasi Energi melaporkan. Survei Bloomberg memperkirakan kenaikan pada stok. Minyak akan terhenti di level $ 55 per barel seiring kembali beroperasinya pengebor minyak serpih AS,

menurut Goldman Sachs Group Inc.

Minyak telah naik sekitar 11 persen sejak Organisasi Negara Pengekspor

Minyak pekan lalu sepakat untuk memangkas produksi untuk pertama kalinya dalam delapan tahun.

OPEC, yang memompa keluaran pada level rekor bulan September,

akan memutuskan kuota pembatasan pada pertemuan resmi kelompok ini di Wina pada

30 November mendatang. Semntara itu, badai Hurricane Matthew semakin menguat dan saat ini mendekati pantai Timur AS.

West Texas Intermediate untuk pengiriman November di level $ 49,69 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 14 sen, pada pukul 08:01 pagi waktu Hong Kong.

Kontrak naik $ 1.14 ke level $ 49,83 pada hari Rabu,

yang merupakan penutupan tertinggi sejak 29 Juni, total volume yang diperdagangkan yakni sekitar 76 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Harga naik 7,9 persen bulan lalu.

Brent untuk pengiriman Desember kehilangan 14 sen ke level $ 51,72 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Kontrak tersebut naik 2 persen ke level $ 51,86 pada hari Rabu.

Indeks acuan global ini diperdagangkan pada $ 1,46 premium untuk untuk bulan Desember WTI.(BEST PROFIT FUTURES).

Sumber dari http://economy.okezone.com