PT Best Profit Futures Surabaya

Hipmi Jatim Keberatan UMK 2015

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Badan Perwakilan Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jawa Timur mengaku keberatan dengan adanya penetapan upah minimum kota atau kabupaten tahun 2015.

Ketua BPD Hipmi Jatim, Giri Bayu Kusumah, Selasa, mengatakan penetapan UMK tahun 2015 yang

belum lama ditetapkan Gubernur Jatim terlalu berat dan merupakan tantangan bagi kepengurusannya ini.

“Terus terang UMK 2015 sangat memberatkan. Tetapi ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami,”

katanya usai pelantikan Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi Jatim Masa Bakti 2014-2017 di Gedung Grahadi, Selasa. (BEST PROFIT FUTURES)

Ia mengemukakan, dalam hitungan mereka penetapan UMK tahun 2015 tersebut berkutat antara Rp2,4 juta hingga Rp2,5 juta perbulan.

“Angka hitungan tersebut untuk wilayah yang masuk di dalam ring satu seperti Kota Surabaya dan beberapa kota lainnya,” katanya. (BEST PROFIT FUTURES)

Namun demikian, kata dia, UMK tahun 2015 tersebut sudah ditetapkan menjadi

Rp2,7 juta dan keputusan berat ini yang saat ini harus dijalani.

“Tantangan HIPMI Jatim adalah tetap bisa bertahan dengan beban UMK 2015

seberat itu dengan melakukan inovasi supaya bisa bekerja dengan maksimal,” katanya.

Ia mengatakan, tugas kepengurusan HIPMI Jatim periode 2014-2019 yang

sebenarnya adalah menciptakan pengusaha-pengusaha muda baru. (BEST PROFIT FUTURES)

Untuk itu HIPMI Jatim telah merangkul mahasiswa-mahasiswa dari berbagai kampus

di Jatim agar sejak dini memulai berwira usaha dan akan ada pelatihan bagi mereka.

“Targetnya, dari kalangan mahasiswa di Jatim ini kami bisa membentuk sedikitnya 5.000 pengusaha muda baru,” katanya.

Untuk anggota HIPMI Jatim, kata dia, terdapat sekitar 1.600 orang dan diharapkan angka tersebut akan terus meningkat di masing-masing kabupaten kota di Jawa Timur.

“Harapan kami angka tersebut terus bertumbuh supaya perekonomian di Jawa Timur bisa meningkat dan juga mengurangi angka pengangguran,” katanya. (BEST PROFIT FUTURES)

 Untuk itu HIPMI Jatim telah merangkul mahasiswa-mahasiswa dari berbagai kampus di Jatim agar sejak dini memulai berwira usaha dan akan ada pelatihan bagi mereka.

“Targetnya, dari kalangan mahasiswa di Jatim ini kami bisa membentuk sedikitnya 5.000 pengusaha muda baru,” katanya.

Untuk anggota HIPMI Jatim, kata dia, terdapat sekitar 1.600 orang dan diharapkan angka tersebut akan terus meningkat di masing-masing kabupaten kota di Jawa Timur.

“Harapan kami angka tersebut terus bertumbuh supaya perekonomian di Jawa Timur bisa meningkat dan juga mengurangi angka pengangguran,” katanya. (BEST PROFIT FUTURES)

Sumber dari http://www.antarajatim.com