PT Best Profit Futures Surabaya

Harga Tempe dan Tahu Bisa Naik 10% Tahun Depan

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Euis Saedah mengungkapkan bahwa harga tahu dan tempe diperkirakan akan naik 10 persen di awal tahun 2015.

Menurutnya kenaikan tersebut seiring dengan naiknya bahan kedelai dan efek dari naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM). (BEST PROFIT FUTURES)

“Harga tempe dan tahu pasti naik. Saat ini sedang ditahan karena menjelang perayaan natal dan tahun baru. Jadi harga tidak dinaikkan tapi ukurannya diperkecil.

Tapi setelah itu akan naik. Kedelai diperkirakan naik 7 persen, otomatis tahu tempe naik 10 persen

karena faktornya bensin juga,” tutur Euis di gedung Kemenperin, Jakarta, Senin (22/12/2014).

Euis menegaskan hal itu akan menjadi perhatian Kemenperin untuk membantu para IKM

yang terjun diranah terkait. Bantuan yang diberikan akan berupa alat-alat

mesin guna mendorong kapasitas produksinya.

“Apalagi nanti kita masuki Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.

Di Batam ada 15 pengrajin tempe yang jual ke Singapura, tempe ternyata menggeser cemilan mereka.

Pemerintah mereka akhirnya tertarik untuk mempelajari tempe. ini yang harus diperhatikan nantinya,” tandasnya.

Minyak bertahan di atas $ 50 di tengah ketidakpastian atas kesediaan Rusia untuk bergabung dengan upaya OPEC untuk menstabilkan pasar.(BEST PROFIT FUTURES)

Minyak berjangka sedikit berubah di New York setelah turun 1,1 persen pada hari Selasa. Produsen minyak terbesar asal Rusia Rosneft PJSC mengatakan tidak akan memangkas produksi,

menurut Reuters, setelah Presiden Vladimir Putin sebelumnya mengatakan negaranya akan bergabung dengan Organisasi Negara Pengekspor Minyak

dalam pembekuan atau memotong pasokan. Rusia dan kelompok produsen minyak akan bertemu di Istanbul pada hari Rabu untuk membahas perjanjian produksi.

Pasokan dan permintaan akan kembali ke keseimbangan awal dari yang

diharapkan jika kesepakatan OPEC untuk memangkas produksi dilaksanakan, kata International Energy Agency.

Minyak naik ke level tertinggi 15-bulan pada hari Senin setelah Arab Saudi menyatakan optimismenya bahwa OPEC akan membuat kesepakatan untuk

memangkas produksi dan Rusia menyatakan dukungannya. Peningkatan sampai $ 60 per barel mungkin akan memicu lonjakan dalam produksi di

Amerika Utara sambil memangkasan pertumbuhan permintaan global, Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol mengatakan pada Selasa kemarin.(BEST PROFIT FUTURES)

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman November diperdagangkan di $ 50,75 per barel, turun 4 sen,

di New York Mercantile Exchange pada pukul 10:03 pagi di Sydney. Harga WTI pada hari Selasa turun 56 sen menjadi $ 50,79.

Total volume perdagangan sekitar 83 persen kurang dari rata-rata 100-hari.(BEST PROFIT FUTURES)

Minyak Brent untuk pengiriman Desember turun 73 sen, atau 1,4 persen, ke $ 52,41 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Minyak mentah acuan global untuk bulan Desember ditutup lebih besar $ 1,17 dari WTI.(BEST PROFIT FUTURES)

Sumber dari http://economy.okezone.com