PT Best Profit Futures Surabaya

Harga Properti Lambat di China Hadang Pertumbuhan Ekonomi

Best Profit Futures – Pertumbuhan ekonomi di China harus menghadapi tekanan yang berat khususnya dari sektor properti yang selama ini menjadi tumpuan kuat

bagi negara yang ekonominya terbesar kedua di dunia.

Tekanan yang harus dihadapi dimana pemasukan negara dari penjualan properti berkurang pasca jatuhnya harga properti.

Dari laporan Biro Statistik Nasional dilaporkan kenaikan harga penjualan properti di China melambat ke level terendah delapan bulan pada bulan Maret.

Kondisi ini disebabkan pemotongan harga oleh perusahaan properti ritel untuk memacu penjualan dan mendapatkan uang tunai pasca kondisi ekonomi yang sedang melemah. (Best Profit Futures)

Rata-rata harga rumah baru di 70 kota naik 7,32 % tahun ke tahun pada bulan Maret, dimana harga naik 0,22 % bulan selama bulan dibandingkan dengan 0,27 % pada bulan Februari.

Penjualan dalam tiga bulan yang berakhir Maret turun 7,7 % menjadi 1,11 triliun yuan ($ 178 miliar).

Kenaikan year to year pada bulan Februari adalah 8,19% dan 8,98 % pada bulan Januari . Sampai saat itu kenaikan harga dipercepat setiap bulan selama setahun terakhir.

Pada bulan Desember kenaikan harga rata-rata adalah 9,17% dan 9,10 % pada bulan November . (Best Profit Futures)

Rata-rata harga rumah di Guangzhou naik 13,3 % setelah melompat 15,7 % pada bulan Februari . Di Beijing harga naik 10,3 % dibandingkan dengan 12,2 % pada bulan Februari .

Shanghai dan Shenzhen naik 13,1 % dan 12,8 % setelah naik 15,7 % dan 15,6 % .

Dalam beberapa pekan terakhir penjualan jatuh dan turunnya harga telah mendorong pemerintah daerah untuk mempertimbangkan

mengurangi beberapa pembatasan seperti kriteria kelayakan untuk rumah kedua atau berikutnya. (Best Profit Futures)

Analis Vibiz Research melihat pemangkasan harga rumah ini membuat pihak perbankan menjadi enggan untuk memberikan kredit kepada beberapa

pengembang dan juga kepada konsumen. Sebagai informasi yang sudah diberitakan sebelumnya pertumbuhan ekonomi melambat menjadi 7,4 % t

ahun ke tahun pada kuartal pertama setelah mencapai 7,7 % pada kuartal terakhir tahun 2013. (Best Profit Futures)

Sumber dari vibiznews.com