PT Best Profit Futures Surabaya

Harga Minyak Sentuh Level Terendah dalam 2 Minggu

Best Profit
Best Profit Futures – Harga minyak dunia dekati level terendah dalam dua minggu seiring pelaku pasar fokus terhadap penurunan persediaan minyak pada pekan lalu, tapi produksi naik.

Pada perdagangan kemarin, harga minyak juga turun tajam usai laporan Badan Energi Internasional yang menyatakan pasokan minyak yang berlebih akan berlanjut.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Okober melemah US$ 1,32 atau 2,9 persen menjadi US$ 43,58 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sebelumnya harga minyak WTI diperdagangkan di kisaran US$ 44 sebelum data persediaan minyak.

Harga minyak Brent untuk pengiriman November merosot 2,7 persen atau US$ 1,25 ke level US$ 45,85 per barel usai bergerak volatile. Kedua harga minyak ini terendah sejak 1 September. (Best Profit Futures)

Badan Energi Internasional melaporkan kalau persediaan minyak domestik turun 600 ribu barel hingga 9 September 2016.

Namun, 3,3 juta minyak naik seperti yang diprediksi analis. American Petroleum Institute melaporkan ada kenaikan 1,4 juta barel.(Best Profit Futures)

Sebelumnya Badan Energi Internasional melaporkan kalau penurunan persediaan minyak sekitar 14,5 juta lantaran ada gangguan badai di Gulf of Mexico sehingga mengganggu pengiriman.

Pelaku pasar pun harap persediaan minyak dapat kembali pulih.

“Pasar kelihatannya belum berbalik arah dengan data persediaan yang terbaru. Persediaan minyak seharusnya melanjutkan kenaikan,”

tutur co-editor The 7:00’4 Report Tyler Richey seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis (15/9/2016).

Sementara itu, Chief Energy Strategist Macro Risk Advisors Chris Kettenmann menilai, produksi minyak AS menunjukkan tanda “kehidupan”. Dia menekankan produksi minyak naik 5.000 barel per hari setiap minggu.

Meski demikian, ia melihat risiko harga minyak masih berlanjut pada semester II 2016 dengan ada sinyal pertumbuhan di AS.

Sedangkan Spekulasi OPEC Stabilkan Produksi Bikin Harga Minyak Naik

Harga minyak dunia naik 1,5 persen seiring pelaku pasar fokus ada kemungkinan produsen utama minyak dunia setuju untuk mengendalikan produksi minyak.

Gerak harga minyak bervariasi juga lantaran menanti data pasokan AS. Harga minyak dunia untuk jenis Brent naik 72 sen menjadi US$ 47,98 per barel usai bergerak di kisaran US$ 46,97-US$ 48,10.

Sedangkan harga minyak jenis AS naik 67 sen ke level US$ 45,50. Sebelumnya harga minyak itu bergerak di kisaran US$ 44,55-US$ 45,58

Harga minyak sempat sentuh level tertinggi dalam satu minggu pada awal pekan ini. Hal itu imbas Rusia dan Arab Saudi sepakat kerja sama menstabilkan pasar minyak.(Best Profit Futures)

Sumber : liputan6.com